Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Israel Bahas 747 Unit Permukiman Baru di Tepi Barat

Hasanatun Aliyah Editor : Rudi Hendrik - Rabu, 9 September 2026 - 22:35 WIB

Rabu, 9 September 2026 - 22:35 WIB

41 Views

(Ilustrasi) Permukiman ilegal Zionis Israel di Tepi Barat. (Foto: Wafa)

Tepi Barat, MINA – Sebuah komite pemerintah Israel dijadwalkan akan membahas pada Rabu (9/9) rencana pembangunan 747 unit permukiman baru di Tepi Barat yang diduduki, sehari setelah 12 negara Barat mengumumkan niat mereka untuk memberlakukan pembatasan terhadap barang-barang dari permukiman ilegal tersebut.

Bimkom – Planners for Planning Rights, sebuah organisasi sayap kiri Israel yang menentang perluasan permukiman, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa subkomite permukiman Administrasi Sipil dijadwalkan untuk meninjau tiga rencana permukiman di Tepi Barat.

Pertemuan tersebut berlangsung “kurang dari 12 jam setelah 12 negara Barat mengumumkan rencana untuk memberlakukan pembatasan perdagangan pada barang-barang permukiman dan menyerukan Israel untuk segera menghentikan perluasan permukiman dan kekerasan pemukim,” demikian pernyataan organisasi tersebut.

Pemerintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu telah membanggakan bahwa sejak menjabat pada akhir 2022, mereka telah menyetujui pendirian 104 permukiman baru dan mendirikan 160 pos pertanian di Tepi Barat.

Baca Juga: Ben-Gvir Ikut Terlibat Pembongkaran Paksa Rumah Keluarga Palestina di Yerusalem Timur

Menurut analisis Bimkom, ketiga rencana tersebut melibatkan total 747 unit permukiman di Yitav West, Ma’oz, dan Adi Ad.

“Salah satu rencana menyerukan pendirian permukiman Yitav West di Lembah Yordan,” demikian kata organisasi tersebut.

Rencana itu mencakup sekitar 200 dunam (50 hektar) dan mencakup 281 unit permukiman di dekat area tempat komunitas Palestina Ras Ein al-Auja pernah tinggal.

Warga komunitas tersebut menggunakan lahan yang dicakup oleh rencana tersebut untuk penggembalaan dan pertanian, menurut organisasi itu.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

“Ras Ein al-Auja adalah komunitas penggembala Palestina terbesar di Tepi Barat sampai warganya terpaksa meninggalkan daerah tersebut pada akhir Januari setelah kekerasan dan tekanan terus-menerus dari para pemukim,” kata Bimkom.

Sekitar 750.000 pemukim Israel tinggal di 156 permukiman dan 360 pos di seluruh Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur yang diduduki, menurut data Palestina.

Komunitas internasional menganggap permukiman Israel yang dibangun di wilayah Palestina yang diduduki ilegal berdasarkan hukum internasional, sebuah posisi yang ditolak oleh Israel.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Rekomendasi untuk Anda