Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Israel Bahas Strategi Keamanan di Tengah Kekhawatiran Serangan Militer AS ke Iran

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Selasa, 24 Februari 2026 - 01:15 WIB

Selasa, 24 Februari 2026 - 01:15 WIB

19 Views ㅤ

Rapat Kabinet Keamanan Israel. (Foto: X)

Tel Aviv, MINA — Pemerintah Israel menggelar pertemuan kabinet keamanan nasional pada Ahad (23/2) untuk mengevaluasi kemungkinan serangan militer yang dapat dilancarkan oleh Amerika Serikat terhadap Iran.

Dalam pertemuan yang dipimpin oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, para pejabat keamanan menerima pengarahan komprehensif mengenai risiko serangan tersebut, termasuk konsekuensi politik dan militer, serta kemungkinan respons dari sekutu dan lawan di kawasan. Anadolu melaporkan, Senin (23/2).

Laporan media setempat menyebutkan diskusi dalam kabinet tidak hanya mencakup skenario serangan AS, tetapi juga bagaimana kelompok militan seperti Hizbullah di Lebanon menanggapi langkah militer yang diarahkan ke Teheran, sehingga ada kekhawatiran eskalasi konflik menjadi regional.

Sebelum sidang kabinet, Netanyahu dikabarkan melakukan pertemuan tertutup dengan sejumlah penasihat keamanan untuk membahas dampak langsung terhadap Israel apabila Washington mengambil tindakan militer terhadap fasilitas nuklir atau infrastruktur strategis Iran dalam beberapa hari mendatang.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Ketegangan ini muncul di tengah serangkaian perundingan tidak langsung antara Washington dan Teheran yang terus berlanjut, namun belum mencapai kesepakatan substansial mengenai program nuklir Iran dan sanksi yang diberlakukan, sehingga membuat kemungkinan opsi militer masih menjadi bahasan serius di lingkaran keamanan kedua negara.

Situasi tersebut menjadi bagian dari dinamika konflik yang lebih luas antara Israel, AS, dan Iran yang telah berlangsung beberapa tahun, dipicu oleh perselisihan mengenai program nuklir, dukungan kelompok militan, serta rivalitas geopolitik yang mendapat perhatian dari berbagai negara di dunia.

Ketegangan yang meningkat ini juga mendorong negara-negara di kawasan untuk memperkuat kesiapsiagaan militer dan diplomasi guna mencegah eskalasi menjadi perang terbuka yang lebih luas. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Rekomendasi untuk Anda