Beirut, MINA – Israel menegaskan akan mempertahankan kehadiran militernya di Lebanon selatan dalam jangka panjang. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz menyatakan pasukannya akan tetap berada di zona yang diklaim diperlukan untuk melindungi Israel.
Pernyataan tersebut menambah kekhawatiran Lebanon mengenai upaya perluasan pendudukan Israel di wilayahnya. Al-Madayeen melaprokan, Kamis (13/8).
Katz mengatakan Israel Defense Forces (IDF) akan tetap berada di zona keamanan di Lebanon, Suriah dan Gaza. Ia juga menyebut telah menginstruksikan militer Israel untuk mempersiapkan kehadiran jangka panjang serta menegaskan bahwa Israel tidak akan menarik pasukannya dari zona tersebut.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich bahkan secara terbuka menyerukan agar perbatasan Israel diperluas hingga Sungai Litani yang berada jauh di wilayah selatan Lebanon. Reuters melaporkan pernyataan itu sebagai salah satu seruan paling terbuka dari pejabat senior Israel mengenai pengambilalihan wilayah Lebanon.
Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang
Rencana tersebut mendapat penolakan dari Lebanon. Perdana Menteri Lebanon Nawaf Salam menilai serangan, penyusupan, penghancuran rumah dan infrastruktur, serta fasilitas publik dan tempat ibadah oleh Israel merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional.
Ia juga menolak alasan bahwa seluruh desa di kawasan tersebut merupakan fasilitas militer.
Kekhawatiran juga datang dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Juru bicara PBB Stephane Dujarric menyebut pernyataan Katz mengenai pendudukan hingga Sungai Litani sebagai sesuatu yang sangat mengkhawatirkan.
Israel sebelumnya telah menduduki Lebanon selatan selama bertahun-tahun sebelum menarik pasukannya pada 2000. []
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic