Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Israel Deportasi Pemimpin Global Sumud Flotilla Usai Sepekan Ditahan

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Senin, 11 Mei 2026 - 07:47 WIB

Senin, 11 Mei 2026 - 07:47 WIB

37 Views ㅤ

Dua pimpinan GSF Thiago Ávila asal Brasil dan Saif Abu Keshek (foto: IG)

Tel Aviv, MINA – Otoritas Israel mendeportasi dua pemimpin misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla setelah sebelumnya ditahan selama lebih dari sepekan akibat upaya menembus gaza/">blokade Gaza melalui jalur laut.

Kedua aktivis tersebut ialah Thiago Ávila asal Brasil dan Saif Abu Keshek. Keduanya ditahan sejak akhir April setelah armada kemanusiaan yang mereka pimpin dicegat militer Israel di perairan internasional dekat Pulau Kreta, Yunani.

Media Israel KAN pada Ahad (10/5) menyebut deportasi dilakukan setelah proses investigasi selesai. Namun, para aktivis membantah tuduhan Israel yang menuding mereka terlibat aktivitas ilegal dan memiliki hubungan dengan organisasi terlarang.

Mereka menegaskan misi tersebut murni untuk mengirim bantuan kemanusiaan dan menentang gaza/">blokade Gaza yang telah berlangsung bertahun-tahun.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Global Sumud Flotilla merupakan koalisi sipil internasional yang menghimpun aktivis kemanusiaan dari puluhan negara untuk membawa bantuan ke Gaza serta membuka koridor kemanusiaan bagi warga Palestina.

Armada terbaru mereka berangkat dari Barcelona, Spanyol, pada April lalu dengan melibatkan puluhan kapal dan ratusan aktivis internasional.

Sejumlah negara dan organisasi hak asasi manusia mengecam tindakan Israel terhadap armada tersebut. Pemerintah Spanyol dan Brasil bahkan disebut memprotes penahanan para aktivis yang dinilai melanggar hukum internasional karena penangkapan dilakukan di wilayah perairan internasional.

Blokade Israel terhadap Gaza telah berlangsung sejak 2007 dan berulang kali memicu kritik dunia internasional karena memperparah krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Berbagai lembaga bantuan menyebut jutaan warga Gaza kini menghadapi keterbatasan pangan, obat-obatan, air bersih, dan layanan kesehatan akibat perang serta pembatasan akses bantuan kemanusiaan. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka

Rekomendasi untuk Anda