Gaza, MINA – Militer Israel mengklaim telah menewaskan komandan tertinggi sayap militer Hamas, Izz ad-Din al-Haddad, dalam serangan udara yang menghantam Gaza City, Jumat (16/5).
Israel menyebut al-Haddad sebagai salah satu tokoh penting di balik operasi Hamas pada 7 Oktober 2023 yang memicu perang besar di Jalur Gaza. Media KAN melaporkan, Sabtu (16/5).
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz menyatakan operasi tersebut merupakan bagian dari upaya melumpuhkan struktur komando Brigade Izzuddin al-Qassam.
Militer Israel mengklaim serangan dilakukan secara presisi setelah memperoleh informasi intelijen terkait keberadaan al-Haddad di kawasan Gaza utara.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Sumber Hamas dan sejumlah media internasional turut mengonfirmasi kematian al-Haddad. Dalam serangan itu, istri dan putrinya juga dilaporkan tewas.
Prosesi pemakaman digelar di Masjid Al-Aqsa Martyrs, Gaza City, dan dihadiri ratusan warga Palestina yang menyebut al-Haddad sebagai syuhada perjuangan Palestina.
Izz ad-Din al-Haddad dikenal sebagai salah satu komandan paling berpengaruh di Hamas dan dijuluki “The Ghost” karena lama menghindari upaya pembunuhan Israel. Ia mengambil alih kepemimpinan militer Hamas di Gaza setelah tewasnya Mohammed Sinwar pada 2025.
Israel menuduh al-Haddad terlibat dalam perencanaan berbagai operasi militer Hamas serta pengelolaan tawanan Israel selama perang berlangsung.
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Kematian al-Haddad terjadi di tengah rapuhnya gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat sejak akhir 2025. Meski kesepakatan sempat diumumkan, serangan udara Israel di Gaza terus berlangsung dan memicu jatuhnya korban sipil.
Data otoritas kesehatan Gaza menyebut ratusan warga Palestina kembali tewas dalam beberapa pekan terakhir akibat eskalasi serangan di wilayah utara dan tengah Gaza.
Pengamat Timur Tengah menilai tewasnya al-Haddad berpotensi memicu eskalasi baru dalam konflik Israel-Hamas. Hamas diperkirakan akan melakukan konsolidasi internal untuk menentukan pengganti komandan militernya, sementara Israel menyatakan operasi militer di Gaza akan terus dilanjutkan hingga seluruh struktur utama Hamas dilumpuhkan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka
















Mina Indonesia
Mina Arabic