Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Israel Tak Mau Tarik Pasukan dari Lebanon

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Ahad, 28 Juni 2026 - 16:50 WIB

Ahad, 28 Juni 2026 - 16:50 WIB

20 Views ㅤ

Pasukan Israel. (Foto: @Idfonline/X)

Tel Aviv, MINA  – Israel menegaskan tidak akan menarik pasukannya dari wilayah Lebanon selatan sebelum kelompok Hezbollah dilucuti dari persenjataannya.

Pernyataan tersebut kembali memperlihatkan sikap Tel Aviv yang mengaitkan penarikan militer dengan perubahan situasi keamanan di sepanjang perbatasan kedua negara, meskipun gencatan senjata telah diberlakukan sejak akhir 2025.

Pemerintah Israel menyatakan keberadaan pasukan di sejumlah titik strategis di Lebanon selatan masih diperlukan untuk mencegah apa yang disebut sebagai ancaman keamanan dari Hezbollah. Yedioth Ahronoth melaporkan, Ahad (28/6).

Menurut otoritas Israel, pelucutan senjata kelompok tersebut harus menjadi prasyarat utama sebelum proses penarikan pasukan dapat dilakukan secara penuh.

Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang

Di sisi lain, pemerintah Lebanon menegaskan bahwa kehadiran militer Israel di wilayahnya merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan negara dan bertentangan dengan kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat dan Prancis.

Beirut terus mendesak Israel segera menarik seluruh pasukannya, sementara Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) bersama Angkatan Bersenjata Lebanon berupaya menjaga stabilitas di kawasan perbatasan.

Sementara itu, Hezbollah berulang kali menyatakan penolakannya terhadap tuntutan pelucutan senjata. Kelompok tersebut menegaskan bahwa persenjataan yang dimilikinya merupakan bagian dari strategi pertahanan untuk menghadapi ancaman Israel.

Sikap itu membuat implementasi kesepakatan gencatan senjata berjalan lambat dan mempersulit upaya menciptakan stabilitas jangka panjang di wilayah perbatasan.

Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer

Konflik antara Israel dan Hezbollah meningkat tajam sejak perang di Jalur Gaza pecah pada Oktober 2023.

Bentrokan lintas perbatasan yang berlangsung selama berbulan-bulan memaksa puluhan ribu warga di kedua sisi perbatasan mengungsi. Meski intensitas pertempuran menurun setelah tercapainya gencatan senjata, pelanggaran masih dilaporkan terjadi dan memicu kekhawatiran akan pecahnya kembali konflik berskala besar.

Sejumlah pihak internasional terus mendorong agar seluruh ketentuan gencatan senjata dijalankan secara penuh, termasuk penarikan pasukan Israel dari wilayah Lebanon dan penghormatan terhadap kedaulatan negara tersebut sesuai Resolusi 1701 Dewan Keamanan PBB.

Namun, perbedaan sikap antara Israel, Lebanon, dan Hezbollah membuat penyelesaian konflik di kawasan itu masih menghadapi tantangan besar. []

Baca Juga: Israel Lanjutkan Serangan di Gaza, Lima Warga Palestina Syahid 

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda