Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Israel Perluas Operasi Militer di Suriah Selatan, Quneitra dan Daraa Kembali Disasar

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Senin, 27 Juli 2026 - 16:24 WIB

Senin, 27 Juli 2026 - 16:24 WIB

20 Views ㅤ

Pasukan Israel di dataran Golan (foto: X)

Damaskus, MINA – Militer Israel kembali melancarkan operasi di wilayah selatan Suriah dengan menyasar Provinsi Quneitra dan Daraa. Aksi tersebut menandai berlanjutnya aktivitas militer Israel di dekat kawasan Dataran Tinggi Golan yang diduduki.

Menurut laporan media pemerintah Suriah,  SANA, pada Senin (27/7) pasukan Israel memasuki sejumlah desa di Quneitra dan Daraa menggunakan kendaraan lapis baja serta didukung pengintaian udara.

Operasi itu disertai pemeriksaan di beberapa titik dan penggeledahan terhadap bangunan yang diklaim Israel sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan di wilayah perbatasan. Hingga kini belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa dalam operasi tersebut.

Pihak Israel menyatakan operasi dilakukan untuk mencegah munculnya ancaman dari kelompok bersenjata yang beroperasi di dekat perbatasan.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Namun, pemerintah Suriah mengecam tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negara dan hukum internasional. Damaskus menilai operasi militer Israel di wilayahnya semakin memperburuk situasi keamanan yang masih rapuh setelah bertahun-tahun dilanda konflik bersenjata.

Quneitra dan Daraa merupakan wilayah strategis yang berbatasan langsung dengan Dataran Tinggi Golan, kawasan Suriah yang diduduki Israel sejak Perang Enam Hari 1967.

Dalam beberapa bulan terakhir, Israel meningkatkan aktivitas militernya di wilayah perbatasan dengan alasan mencegah infiltrasi kelompok bersenjata yang didukung Iran dan Hizbullah.

Di sisi lain, Suriah menegaskan keberadaan pasukan Israel di wilayah tersebut merupakan bentuk pendudukan yang melanggar resolusi-resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Eskalasi di Suriah selatan terjadi bersamaan dengan meningkatnya ketegangan regional akibat konflik yang masih berlangsung di Jalur Gaza serta hubungan yang memburuk antara Israel dan Iran.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebelumnya telah berulang kali menyerukan Israel agar menahan diri dan menghormati kedaulatan negara sesuai Piagam PBB serta hukum internasional. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka

Rekomendasi untuk Anda

Internasional
Dunia Islam
Internasional