Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Italia Dorong Eropa Bertindak atas Kekerasan Pemukim Israel

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Kamis, 17 September 2026 - 20:31 WIB

Kamis, 17 September 2026 - 20:31 WIB

23 Views ㅤ

Menlu Italia Antonio Tajani (foto: IG)

Roma, MINA – Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani menyerukan langkah bersama di tingkat Eropa untuk menekan kekerasan pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat. Ia menilai pendekatan bersama Uni Eropa diperlukan agar tindakan yang diambil memiliki dampak lebih efektif.

Tajani mengatakan langkah tersebut perlu diarahkan pada aktivitas dan sumber pendanaan pemukim yang melakukan kekerasan. Menurutnya, tindakan nasional yang dilakukan secara terpisah memiliki dasar hukum yang lebih lemah dan berisiko mudah dihindari.

Ia juga menyebut perluasan permukiman Israel di wilayah Tepi Barat yang diduduki sebagai tindakan yang tidak dapat diterima. Tajani menyampaikan sikap tersebut dalam sidang parlemen Italia, Rabu (16/9), sebagaimana dikutip MEMO.

Seruan Italia muncul setelah sejumlah negara Eropa dan Kanada pada awal September menyatakan akan memberlakukan atau mempertimbangkan pembatasan perdagangan dengan permukiman Israel di Tepi Barat.

Baca Juga: Hakim Prancis Selidiki Aduan Kejahatan Perang Tentara Israel di Lebanon

Pernyataan bersama itu melibatkan 12 negara, termasuk Inggris, Prancis, Spanyol, Irlandia, Norwegia, Polandia, Portugal, Swedia, Denmark, Finlandia, Islandia, dan Kanada.

Uni Eropa sebelumnya juga menyatakan permukiman Israel di Tepi Barat bertentangan dengan hukum internasional. Uni Eropa menyerukan penghentian perluasan permukiman serta pertanggungjawaban atas kekerasan yang dilakukan pemukim.

Seruan tersebut disampaikan ketika situasi di Tepi Barat terus menjadi perhatian internasional. Pada 17 September, Israel dilaporkan menambah tender 2.167 unit rumah dalam proyek permukiman E1 sehingga total rencana pembangunan menjadi 3.401 unit, yang mendapat kritik karena dinilai berpotensi semakin memecah wilayah Tepi Barat. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Rekomendasi untuk Anda