Kyiv, MINA — Ribuan serangan udara Rusia kembali mengguncang Ukraina ketika negara itu bersiap memperingati empat tahun sejak invasi besar-besaran, dengan diluncurkannya sekitar 50 rudal dan hampir 300 drone menuju berbagai target di wilayah Ukraina, termasuk infrastruktur penting di negara tersebut.
Serangan gabungan rudal dan pesawat tak berawak ini terjadi pada Senin (23/2) dini hari, menurut laporan pejabat pertahanan Ukraina, yang menyatakan bahwa sistem pertahanan udara berhasil menghadang sebagian besar serangan, namun sejumlah rudal dan drone tetap menerobos ke target di berbagai daerah.
Akibat serangan tersebut, bangunan-bangunan tempat tinggal, jaringan listrik, serta fasilitas logistik mengalami kerusakan di beberapa wilayah termasuk di sekitar ibu kota Kyiv. Anadolu melaporkan.
Otoritas setempat melaporkan tindakan darurat dan upaya pemadam kebakaran yang berlangsung hingga pagi hari setelah ledakan besar terdengar di beberapa distrik.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Pejabat Ukraina mengutuk keras serangan itu sebagai upaya untuk mengintimidasi warga sipil, dan menyerukan komunitas internasional untuk memberikan tekanan lebih besar terhadap Moskow serta memperketat sanksi guna menghentikan eskalasi kekerasan di tengah proses diplomasi yang mandek.
Selain menyerang jaringan energi, serangan udara yang dilancarkan oleh Rusia turut mempengaruhi infrastruktur transportasi seperti rel kereta dan jalur suplai, yang semakin memperumit kondisi logistik di tengah musim dingin yang keras.
Konflik Rusia-Ukraina bermula pada Februari 2022 dengan invasi besar oleh pasukan Rusia ke wilayah Ukraina timur, yang kemudian berkembang menjadi perang berkepanjangan yang melibatkan berbagai serangan udara, darat, dan serangan siber.
Selama empat tahun terakhir, kedua negara mengalami kerugian besar baik secara militer maupun sipil, sementara upaya diplomasi internasional terus berjalan tanpa hasil permanen. []
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur
















Mina Indonesia
Mina Arabic