Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jerman Tolak Rencana UE Berlakukan Larangan Perdagangan dengan Permukiman Ilegal Israel

sri astuti Editor : Rudi Hendrik - Senin, 13 Juli 2026 - 21:28 WIB

Senin, 13 Juli 2026 - 21:28 WIB

45 Views ㅤ

Menlu Jerman Johann David Wadephul (DBT / Marco Urban)

Brussels, MINA – Jerman pada Senin (13/7) kembali menentang rencana larangan perdagangan Uni Eropa dengan permukiman ilegal Israel, dengan alasan langkah-langkah tersebut akan mempersulit hubungan dengan Israel tanpa mencapai hasil yang diinginkan.

Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul mengatakan kepada wartawan di Brussels menjelang pertemuan para menteri luar negeri Uni Eropa, bahwa Berlin percaya masalah ini lebih baik ditangani melalui pembicaraan langsung dengan pemerintah Israel daripada melalui sanksi atau pembatasan perdagangan. Anadolu melaporkan.

“Kami memiliki posisi yang jelas tentang kebijakan permukiman: itu tidak sesuai dengan hukum internasional,” kata Wadephul.

“Saya telah menjelaskan hal ini lagi selama kunjungan saya ke Israel pekan lalu. Saya menekankan harapan kami bahwa pemerintah Israel mengambil tindakan tegas dan menentukan terhadap penjajah yang menggunakan kekerasan,” tambahnya.

Baca Juga: Arab Saudi Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan dengan AS di Tengah Serangan Houthi

Wadephul menekankan pentingnya menjaga saluran komunikasi dengan pemerintah Israel tetap terbuka. Ia menambahkan bahwa tugas yang paling mendesak adalah menciptakan kondisi untuk kemajuan gencatan senjata di Lebanon dan memperbaiki situasi kemanusiaan di Gaza.

Ia menegaskan usulan Komisi Eropa tentang pembatasan perdagangan dengan permukiman Israel akan membutuhkan persetujuan bulat dari seluruh 27 negara anggota Uni Eropa dan tidak dapat diadopsi melalui pemungutan suara mayoritas yang memenuhi syarat.

Media Jerman melaporkan bahwa Berlin semakin terisolasi di dalam Uni Eropa karena penentangannya terhadap pembatasan perdagangan barang-barang dari pemukiman ilegal Israel di wilayah Palestina yang diduduki.

Setidaknya 20 negara Uni Eropa dilaporkan meminta Komisi Eropa pada bulan Juni untuk mengklarifikasi langkah-langkah apa yang dapat diambil sebagai tanggapan terhadap perluasan permukiman Israel yang terus berlanjut di Tepi Barat yang diduduki. []

Baca Juga: Raja Yordania: Ambisi Ekspansionis Israel Ancaman Terbesar Masa Depan Kawasan

 

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Knesset Baru Israel akan Gelar Sidang Perdana 10 November

Rekomendasi untuk Anda