Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kabut Asap Karhutla RI Picu 3.764 Kasus ISPA di Malaysia

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Senin, 24 Agustus 2026 - 11:06 WIB

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:06 WIB

29 Views ㅤ

Penyakit ISPA (foto: Ist)

Kuala Lumpur, MINA – Kabut asap yang melintasi perbatasan dari wilayah Kalimantan, Indonesia, turut berdampak terhadap kesehatan masyarakat Malaysia. Kementerian Kesehatan Malaysia mencatat lonjakan kasus gangguan pernapasan di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap. Angka yang dilaporkan mencapai 3.764 kasus.

Kondisi tersebut terutama dirasakan di Sarawak yang berbatasan langsung dengan Kalimantan. Pemerintah Malaysia sebelumnya melaporkan asap dari kebakaran di Kalimantan Barat bergerak ke arah utara dan memasuki wilayah Sarawak, menyebabkan kualitas udara di sejumlah daerah berada pada kategori tidak sehat.

Dampak kabut asap juga mendorong pemerintah Sarawak mengambil langkah perlindungan terhadap masyarakat. Sebanyak 591 sekolah di 10 distrik sempat ditutup sementara, dengan lebih dari 197 ribu siswa dialihkan ke pembelajaran daring. Bernama melaporkan, Senin (24/8).

Serian menjadi salah satu wilayah dengan kualitas udara terburuk, sementara sejumlah daerah lain seperti Kuching, Samarahan dan Sri Aman juga mencatat indeks pencemaran udara pada kategori tidak sehat.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Kementerian Kesehatan Malaysia sebelumnya telah meningkatkan pemantauan penyakit terkait kabut asap serta kesiapan fasilitas kesehatan, obat-obatan dan tenaga medis.

Masyarakat di wilayah terdampak diminta mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan ketika indeks pencemaran udara melebihi 100, menggunakan masker yang sesuai, serta memberikan perhatian khusus kepada anak-anak, lansia dan warga dengan penyakit kronis.

Kabut asap lintas batas ini terjadi ketika titik panas di Kalimantan meningkat. Laporan lembaga Malaysia yang mengutip ASEAN Specialised Meteorological Centre (ASMC) menyebut 7.286 titik panas terdeteksi di Kalimantan sepanjang 1-19 Agustus 2026, sedangkan di Sarawak tercatat 148 titik panas. Asap dari Kalimantan Barat dilaporkan bergerak menuju Sarawak akibat pola angin selama periode Monsun Barat Daya.

Situasi tersebut kembali menunjukkan bahwa karhutla di Indonesia tidak hanya menimbulkan persoalan lingkungan dan kesehatan di dalam negeri, tetapi juga berpotensi menjadi masalah lintas batas.

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Karena itu, pencegahan kebakaran sejak dari sumbernya, penegakan hukum terhadap pembakaran lahan, serta penguatan koordinasi regional menjadi penting untuk mencegah kabut asap berulang dan meluas ke negara tetangga. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran

Rekomendasi untuk Anda

Info MINA
Info MINA
Menlu Singapura Sebut Karhutla di Indonesia Ulah Manusia
Indonesia
Info MINA