Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kanselir Jerman Desak Israel Komitmen pada Perundingan AS-Iran

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Jumat, 10 Juli 2026 - 20:33 WIB

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:33 WIB

17 Views ㅤ

Kanselir Jerman Friedrich Merz (kiri) (foto: Thread)

Berlin, MINA – Kanselir Jerman Friedrich Merz mengingatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar tidak mengambil langkah yang dapat mengganggu proses negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.

Berlin menilai keberlangsungan dialog merupakan kunci untuk mencegah kembali memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah. Al-Jazeera melaprokan, Jumat (10/7).

Peringatan tersebut disampaikan Merz di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa ketegangan antara Israel dan Iran dapat kembali meningkat setelah sejumlah pejabat Israel mengisyaratkan kemungkinan operasi militer baru terhadap Teheran.

Pemerintah Jerman menegaskan bahwa penyelesaian melalui jalur diplomasi harus menjadi prioritas, terlebih setelah tercapainya nota kesepahaman antara Washington dan Teheran yang masih berada pada tahap implementasi.

Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme

Menurut Merz, setiap tindakan sepihak yang berpotensi memicu eskalasi dapat merusak momentum perundingan yang sedang berlangsung.

Ia juga menekankan pentingnya seluruh pihak menghormati komitmen yang telah disepakati demi menjaga stabilitas kawasan dan mencegah pecahnya konflik berskala lebih luas yang dapat berdampak pada keamanan internasional.

Pernyataan Kanselir Jerman itu muncul setelah hubungan antara Israel dan Amerika Serikat menunjukkan perbedaan pendekatan terhadap Iran.

Presiden AS Donald Trump masih memberikan ruang bagi diplomasi dengan Teheran, sementara Netanyahu berulang kali menyatakan keraguannya terhadap efektivitas kesepakatan tersebut dan menegaskan Israel tidak akan membiarkan Iran mengembangkan kemampuan yang dinilai mengancam keamanan negaranya.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Di sisi lain, Iran telah memperingatkan akan memberikan respons tegas terhadap setiap bentuk agresi militer baru.

Teheran menuduh serangan sebelumnya melanggar hukum internasional dan meminta seluruh pihak menghormati kesepakatan yang telah dicapai. Saling mengeluarkan pernyataan keras dari Israel dan Iran menunjukkan bahwa situasi keamanan di kawasan masih sangat rapuh meskipun pertempuran telah mereda.

Sejumlah negara Eropa terus mendorong agar Washington, Teheran, dan Tel Aviv menahan diri serta mengedepankan dialog.

Keberhasilan negosiasi AS-Iran akan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas Timur Tengah, mengurangi risiko konflik baru, serta memberikan kepastian terhadap keamanan jalur energi dan perekonomian global. []

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda