Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karhutla Ganggu Penerbangan Palembang, Jambi dan Riau di Sumatra

Ansaf Muarif Gunawan Editor : Rudi Hendrik - Sabtu, 29 Agustus 2026 - 20:59 WIB

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 20:59 WIB

41 Views ㅤ

Banten, MINA — Asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengganggu aktivitas penerbangan di sejumlah wilayah Sumatra. Kondisi jarak pandang yang menurun menyebabkan sejumlah penerbangan mengalami gangguan, termasuk rute menuju Palembang – Jambi.

Jakarta Air Traffic Service Control (JATSC) Bandara Internasional Soekarno-Hatta mencatat lima gangguan penerbangan pada Sabtu (29/8) yang berkaitan dengan kondisi asap di Palembang, Jambi, Batam, dan Pontianak.

“Ada lima gangguan, satu RTB (return to base) menuju Pontianak kembali ke Jakarta, kemudian yang dari Palembang kembali ke Jambi, dan sebaliknya dari Jambi divert ke Batam,” ujar Deputy GM Perencanaan dan Evaluasi Operasi JATSC, Raden Triaswanto.

Kondisi tersebut terjadi setelah asap karhutla menyebabkan jarak pandang di sejumlah wilayah terdampak menurun. Pada Sabtu (29/8), jarak pandang di Palembang, Jambi, dan Pontianak sempat berada di kisaran 1.000 meter.

Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat

Sementara itu, jarak pandang di wilayah Jakarta masih berada pada kisaran 7.000–8.000 meter dan dinilai aman untuk aktivitas penerbangan. Kondisi ini membuat pemantauan jarak pandang di setiap bandara menjadi bagian penting dalam menentukan kelayakan penerbangan dan pendaratan.

JATSC terus memantau perkembangan jarak pandang serta memberikan peringatan kepada maskapai apabila kondisi di wilayah tertentu berpotensi mengganggu operasional penerbangan. Pengalihan rute atau pendaratan dilakukan sebagai langkah untuk mengutamakan keselamatan penumpang dan awak pesawat.

Gangguan penerbangan tersebut menjadi salah satu dampak karhutla di sejumlah wilayah Sumatra. Selain menurunkan kualitas udara dan mengganggu aktivitas masyarakat, kabut asap juga dapat memengaruhi transportasi udara ketika jarak pandang berada di bawah batas keselamatan. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat

Rekomendasi untuk Anda

Info MINA
Info MINA
Info MINA
Indonesia