Tel Aviv, MINA – Media utama Israel, Israel Hayom dan Haaretz menyatakan analisanya tentang kondisi perkembangan perang AS-Israel terhadap Iran hingga Ahad (22/3) ini.
Dilansir dari Al-Mayadeen, menurut Israel Hayom, Amerika Serikat menghadapi kesulitan yang semakin meningkat dalam melawan dominasi Iran atas Selat Hormuz, karena Washington sejauh ini gagal menerapkan langkah-langkah efektif untuk mematahkan blokade maritim yang diberlakukan Iran.
Israel Hayom mengatakan bahwa pemerintahan AS tidak memiliki strategi yang mampu mengubah keseimbangan di jalur perairan strategis tersebut, di mana Iran telah menegaskan kendali setelah eskalasi yang dipicu oleh serangan gabungan AS-Israel.
Harian itu menganggap Presiden AS Donald Trump menghadapi dilema: eskalasi lebih lanjut dapat menyeret Amerika Serikat ke dalam konflik berkepanjangan yang jauh melampaui perkiraan awal, di saat sudah menyebabkan dampak ekonomi yang signifikan. Gangguan di Selat telah memicu lonjakan tajam harga energi global dan ketidakstabilan pasar.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Sementara itu Haaretz mencatat bahwa Iran menetapkan kecepatan perang, memulai langkah-langkah strategis di saat AS dan Israel menanggapi perkembangan di lapangan.
Para analis mengatakan, Washington telahmeremehkan kemauan dan kemampuan Iran untuk mengendalikan selat setelah serangan awal, yang semakin mempersulit perencanaan AS. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
















Mina Indonesia
Mina Arabic