Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kebakaran Hutan di Prancis Tenggara Meluas, 1.700 hektare Lahan Hangus

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Jumat, 24 Juli 2026 - 10:52 WIB

Jumat, 24 Juli 2026 - 10:52 WIB

16 Views ㅤ

kebakaran hutan di Eropa (foto: X)

Paris, MINA – Kebakaran hutan yang melanda wilayah tenggara Prancis terus meluas dan telah menghanguskan sekitar 1.700 hektare lahan. Bencana tersebut memaksa ratusan warga dievakuasi dari permukiman mereka, sementara ribuan rumah mengalami pemadaman listrik akibat dampak kebakaran yang belum sepenuhnya terkendali.

Otoritas setempat menyatakan api menyebar cepat di Departemen Var akibat cuaca panas, angin kencang, dan kondisi vegetasi yang kering. Le Monde melaporkan, Jumat (24/7).

Sedikitnya 400 warga dari sejumlah kota kecil dievakuasi sebagai langkah antisipasi, sedangkan sekitar 2.300 rumah tangga kehilangan pasokan listrik.

Untuk mengendalikan kobaran api, pemerintah mengerahkan sekitar 900 petugas pemadam kebakaran, ratusan kendaraan operasional, serta personel keamanan untuk membantu proses evakuasi dan pengamanan wilayah terdampak.

Baca Juga: Hakim Prancis Selidiki Aduan Kejahatan Perang Tentara Israel di Lebanon

Pemerintah Prancis terus memantau perkembangan kebakaran yang masih berpotensi meluas apabila kondisi cuaca tidak membaik. Otoritas meminta masyarakat menghindari kawasan hutan dan mematuhi seluruh instruksi evakuasi guna mengurangi risiko jatuhnya korban jiwa maupun kerugian yang lebih besar.

Gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa pada musim panas tahun ini dinilai menjadi salah satu faktor utama meningkatnya frekuensi kebakaran hutan di Prancis.

Dalam beberapa pekan terakhir, berbagai wilayah di negara tersebut dilaporkan mengalami suhu mendekati bahkan melampaui 40 derajat Celsius, sehingga memperbesar risiko munculnya titik-titik api baru.

Presiden Prancis Emmanuel Macron sebelumnya menyebut negaranya tengah menghadapi salah satu musim kebakaran hutan terburuk sejak berakhirnya Perang Dunia II.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Pemerintah juga memperkuat armada udara pemadam kebakaran serta menjalin kerja sama dengan sejumlah negara Eropa untuk meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana kebakaran yang diperkirakan semakin sering terjadi akibat perubahan iklim dan cuaca ekstrem. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Rekomendasi untuk Anda

Info MINA
Internasional
Info MINA
Info MINA
Internasional
Info MINA