Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kekejaman Terus Berulang, Ibu Hamil Gaza Gugur Ditembak Pasukan Israel

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Senin, 14 September 2026 - 05:00 WIB

Senin, 14 September 2026 - 05:00 WIB

22 Views ㅤ

Korban genosida Israel di Jalur Gaza, Palestina. (Foto: WAFA)

Khan Younis, MINA — Seorang perempuan Palestina yang tengah hamil, Iman Shalouf, meninggal dunia bersama janin yang dikandungnya setelah mengalami luka akibat tembakan pasukan Israel di selatan Khan Younis, Jalur Gaza.

Shalouf, 27 tahun, meninggal pada Sabtu (12/9) setelah sebelumnya mengalami luka akibat tembakan pasukan Israel sekitar tiga hari sebelumnya. Janin yang dikandungnya turut meninggal akibat luka yang dialami sang ibu. Informasi tersebut dilaporkan kantor berita Palestina WAFA dengan mengutip sumber medis.

Shalouf berada di wilayah Al-Mawasi ketika terkena tembakan. Jenazahnya bersama janinnya kemudian dibawa ke Rumah Sakit Nasser di Khan Younis untuk menjalani proses pemakaman.

Keluarga korban mengatakan Shalouf berada di dalam tenda keluarganya ketika suara tembakan terdengar. Kesaksian keluarga yang dikutip media internasional menyebut korban kemudian ditemukan dalam kondisi terluka akibat tembakan.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Kematian Shalouf menambah daftar korban sipil Palestina akibat kekerasan yang terus berlangsung di Jalur Gaza meskipun kesepakatan gencatan senjata telah diberlakukan sejak Oktober 2025. Laporan terbaru menyebut serangan dan tembakan Israel masih terjadi di sejumlah wilayah Gaza.

Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan sebanyak 10 warga Palestina meninggal dunia dan 56 lainnya mengalami luka dalam berbagai serangan selama 48 jam hingga Sabtu (12/9). Dengan tambahan tersebut, jumlah warga Palestina yang meninggal sejak dimulainya gencatan senjata mencapai 1.369 orang, sedangkan 4.627 lainnya terluka.

Sementara sejak dimulainya agresi Israel di Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023, jumlah korban meninggal telah mencapai sedikitnya 73.783 orang dan 174.738 lainnya mengalami luka-luka, menurut data Kementerian Kesehatan Gaza. Kementerian tersebut juga menyatakan masih terdapat korban yang tertahan di bawah reruntuhan dan di sejumlah lokasi yang sulit dijangkau tim penyelamat.

Di wilayah Al-Mawasi, tempat Shalouf disebut berada ketika terkena tembakan, serangan terhadap warga Palestina juga masih dilaporkan. Pada Sabtu, empat warga Palestina dilaporkan terluka setelah sebuah tenda di dekat kawasan Shahd Rest Area, Al-Mawasi, terkena serangan udara Israel.

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Kematian Shalouf dan janinnya kembali menyoroti kondisi warga sipil Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak, yang tetap menghadapi ancaman serangan meskipun gencatan senjata secara formal masih berlaku. Laporan kemanusiaan juga menunjukkan kondisi layanan kesehatan di Gaza masih sangat rentan akibat kerusakan fasilitas dan keterbatasan kebutuhan dasar. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka

Rekomendasi untuk Anda