Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kelelahan Fisik Jadi Keluhan Mayoritas Warga Aceh Tamiang Pascabanjir dan Longsor

Ansaf Muarif Gunawan Editor : Widi Kusnadi - Selasa, 23 Desember 2025 - 08:27 WIB

Selasa, 23 Desember 2025 - 08:27 WIB

28 Views ㅤ

Ilustrasi: Relawan Ukhuwwah Al-Fatah Rescue (UAR) asal Jakarta bekerja membersihkan lumpur di sekitar rumah warga Aceh yang terdampak banjir. (Foto: UAR)

Aceh Tamiang, MINA – Kelelahan fisik dan beragam keluhan kesehatan banyak dirasakan warga terdampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Aceh Tamiang saat mengikuti terapi dalam layanan psikososial yang digelar Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR). Kondisi tersebut mencerminkan dampak pascabanjir yang masih dirasakan masyarakat, baik secara fisik maupun mental.

Layanan psikososial dan kesehatan alternatif tersebut dilaksanakan pada hari kedua, Senin (22/12), di Masjid Al-Ikhwan, Jalan Salahaji, Desa Paya Bedi, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang. Kegiatan berlangsung sejak pukul 06.00 WIB hingga 14.00 WIB dan menyasar warga terdampak banjir dan longsor, khususnya korban pascabanjir.

Mughiroh selaku terapis menyampaikan bahwa sebagian besar warga yang datang mengeluhkan kelelahan fisik akibat aktivitas pascabanjir, seperti membersihkan rumah dan lingkungan.

“Mayoritas pasien merupakan korban banjir dan longsor yang mengalami kelelahan fisik disertai berbagai keluhan kesehatan setelah bencana,” ujar Mughiroh kepada MINA, Selasa (23/12).

Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat

Layanan yang diberikan meliputi terapi bekam, ru’yah syar’iyah, topung, serta pijat tradisional. Selain untuk meredakan keluhan fisik, terapi tersebut juga ditujukan untuk membantu pemulihan psikologis warga yang terdampak bencana.

Sebanyak 43 orang tercatat mengikuti layanan terapi, terdiri atas 28 laki-laki dan 15 perempuan.

ia menjelaskan, beragam keluhan disampaikan pasien, antara lain pusing, sakit pinggang, masuk angin, pegal-pegal, meriang, gatal-gatal, memar pada kaki, tekanan darah tinggi, asam urat, gangguan jantung, hingga keluhan pascastruk yang muncul setelah terdampak banjir.

Menurut Mughiroh, kegiatan pelayanan berjalan dengan tertib dan lancar. Selain dirinya, tim terapis yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Sutisna, Sukimang, dan Bu Maliyah. Tim terapis berasal dari sejumlah daerah, yakni Jakarta Barat dua orang, Bogor satu orang, dan Lampung satu orang.

Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat

Ia mengatkan, seluruh terapis yang terlibat merupakan tenaga yang sudah ahli dan berpengalaman di bidang terapi bekam, ru’yah syar’iyah, serta pijat tradisional.

“Dengan bekal pengalaman tersebut, insya Allah pelayanan yang kami berikan dapat berlangsung aman, tepat, dan memberi manfaat nyata bagi para korban bencana banjir dan longsor pascabanjir,” ucapnya.

Mughiroh berharap, layanan psikososial pascabanjir ini dapat membantu mempercepat proses pemulihan kesehatan fisik dan mental warga terdampak bencana di Aceh Tamiang. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Forum Zakat Soroti Perlindungan dan Profesionalisme Amil

Rekomendasi untuk Anda