Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemenkes: 87 persen Pasien Hantavirus di Indonesia Sembuh

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Kamis, 14 Mei 2026 - 09:26 WIB

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:26 WIB

74 Views ㅤ

Sampel Hantavirus (foto: Ist)

Jakarta, MINA – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyatakan sebagian besar pasien hantavirus di Indonesia berhasil sembuh setelah menjalani perawatan medis. Dari kasus yang tercatat, sekitar 87 persen pasien dinyatakan pulih, sementara sebagian kecil lainnya meninggal dunia dengan disertai penyakit penyerta atau komorbid.

juru bicara Kemenkes Widyawati menjelaskan pada Rabu (13/5), hantavirus merupakan penyakit yang ditularkan melalui tikus, terutama dari urine, air liur, dan kotoran hewan pengerat yang terhirup manusia.

Penyakit ini dapat menyebabkan gangguan serius pada sistem pernapasan maupun ginjal jika tidak ditangani secara cepat. Meski demikian, pemerintah menegaskan situasi di Indonesia masih terkendali dan belum mengarah pada wabah besar.

Gejala hantavirus umumnya diawali dengan demam, nyeri otot, sakit kepala, mual, dan gangguan pernapasan. Pada kasus berat, pasien dapat mengalami penurunan fungsi paru-paru hingga gagal napas.

Baca Juga: Listyo Sigit Ditahan di Mabes Polri, Kasus Penyadapan HP Presiden Prabowo

Kelompok lanjut usia dan penderita penyakit kronis disebut lebih rentan mengalami komplikasi serius akibat infeksi virus tersebut. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya juga mengingatkan pentingnya deteksi dini dan pengawasan terhadap potensi penularan hantavirus.

Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah berkembangnya populasi tikus di area permukiman.

Warga juga diminta menggunakan alat pelindung saat membersihkan tempat yang berpotensi terkontaminasi kotoran tikus, seperti gudang, loteng, atau bangunan yang lama tidak digunakan. Edukasi mengenai pola hidup bersih dan sehat dinilai menjadi langkah penting untuk menekan risiko penularan.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah negara di Asia, Amerika, dan Eropa juga melaporkan kasus hantavirus dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.

Baca Juga: Mantan Kapolri Listyo Sigit dan Dua Jenderal Polri Ditangkap Terkait Penyadapan Nomor Telepon Presiden

Baru-baru ini WHO memantau kemunculan klaster hantavirus di kapal pesiar MV Hondius dan memperkirakan jumlah kasus masih dapat bertambah akibat tingginya interaksi antarpengguna kapal selama perjalanan.

Pengamat kesehatan menilai penanganan cepat dan peningkatan kewaspadaan masyarakat menjadi faktor penting dalam mengendalikan hantavirus.

Selain penguatan sistem surveilans penyakit menular, koordinasi antara pemerintah daerah, fasilitas kesehatan, dan masyarakat diperlukan untuk memastikan kasus dapat terdeteksi lebih dini sehingga angka kesembuhan tetap tinggi dan risiko kematian dapat ditekan. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran

Rekomendasi untuk Anda

Info MINA
Palestina
Palestina
Dunia Islam
MINA Sport
Internasional
Info MINA
Indonesia