Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Staf Militer Israel Akui Kegagalan pada Oktober 2023

Hasanatun Aliyah Editor : Widi Kusnadi - Rabu, 6 Mei 2026 - 11:19 WIB

Rabu, 6 Mei 2026 - 11:19 WIB

29 Views

Kepala Staf Militer Israel, Eyal Zamir (foto: Anadolu Agency)
Kepala Staf Militer Israel, Eyal Zamir (foto: Anadolu Agency)

Tel Aviv, MINA – Kepala Staf Israel Eyal Zamir serta mantan dan komandan angkatan udara yang baru mengakui bahwa militer Israel gagal saat peristiwa 7 Oktober 2023.

Seperti dikutip dari Middle East Monitor, Rabu (6/5), pernyataan itu disampaikan dalam upacara serah terima jabatan di Pangkalan Udara Tel Nof, Israel tengah.

Dalam acara itu, komandan angkatan udara yang lama, Tomer Bar, menyerahkan komandonya kepada penggantinya, Omer Tishler, seperti dilaporkan harian Yedioth Ahronoth dan Channel 12.

“Pada 7 Oktober, cabang ini, seperti seluruh militer Israel gagal dalam misinya untuk mempertahankan negara Israel,” kata Zamir.

Baca Juga: Ben-Gvir Ikut Terlibat Pembongkaran Paksa Rumah Keluarga Palestina di Yerusalem Timur

“Kegagalan ini menyertai kami setiap hari dan mewajibkan kami untuk mengambil tanggung jawab serta menyelidikinya,” tambahnya.

Para pejabat Israel menganggap apa yang terjadi pada 7 Oktober 2023 sebagai kegagalan intelijen dan militer terbesar Israel, yang telah menyebabkan kerusakan besar pada citra Israel dan militernya di dunia.

Bar mengatakan gambaran lengkap tentang apa yang terjadi hanya akan muncul setelah penyelidikan eksternal yang independen.

“7 Oktober adalah bencana terbesar yang kita hadapi sejak Holocaust, dan saya akan selamanya membawa makna mendalam dari hari ini,” katanya. “Kami tidak ada di sana untuk warga sipil. Itu terjadi pada saat saya bertugas, sementara operasi Angkatan Udara adalah tanggung jawab saya.”

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Ia mengakui bahwa seluruh militer Israel gagal pada pagi itu dan mencatat bahwa untuk pertama kalinya angkatan udara ditugaskan untuk melindungi warga sipil sementara pertempuran berlangsung di wilayah Israel.

Bar menekankan perlunya komisi penyelidikan eksternal dan objektif, dengan mengatakan itu penting bagi militer, lembaga keamanan dan kepercayaan publik.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Rekomendasi untuk Anda