Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketegangan Israel-Turkiye Memanas, Suriah Jadi Titik Api Baru di Timur Tengah

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Sabtu, 29 Agustus 2026 - 06:07 WIB

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 06:07 WIB

37 Views ㅤ

Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan (kanan) dan Perdana Menteri penjajah Israel Benjamin Netanyahu (Kiri). (Foto: dok. Greek Reporter)

Ankara, MINA – Ketegangan antara Israel dan Turkiye meningkat setelah serangkaian serangan Israel terhadap fasilitas militer di Suriah. Situasi tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa konflik regional yang sebelumnya melibatkan Amerika Serikat dan Iran dapat berkembang menjadi konfrontasi baru antara Israel dan Turkiye.

Israel pada 18 Agustus melancarkan serangan udara terhadap pangkalan Abu al-Duhur dekat Aleppo, Suriah. Serangan tersebut mendapat kecaman keras dari Ankara, sementara Israel menuduh Turkiye menjalankan aktivitas yang dinilai membahayakan di Suriah.

Washington kemudian berupaya membangun mekanisme dekonfliksi untuk mencegah bentrokan antara Israel, Turkiye dan Suriah.

Ketegangan semakin tajam setelah Israel menuding Turkiye berupaya memperkuat kehadiran militernya di Suriah. Ankara membantah tuduhan tersebut dan menyebut klaim Israel tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya

Pemerintah Turkiye menegaskan akan terus bekerja sama dengan pemerintah Suriah secara sah untuk mendukung perdamaian, stabilitas dan kemakmuran negara tersebut.

Media Israel KAN juga menyoroti meningkatnya potensi benturan kepentingan kedua negara. Dalam laporannya, KAN menyebut serangan Israel terhadap pangkalan udara di Suriah dilakukan setelah Israel memperoleh informasi bahwa Turkiye berencana menempatkan sistem radar dan memperluas aktivitasnya di kawasan tersebut. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan apakah Israel dan Turkiye sedang menuju konfrontasi yang lebih serius.

Bagi Turkiye, perkembangan tersebut berlangsung ketika Ankara juga berusaha memainkan peran diplomatik dalam konflik Iran-Amerika Serikat. Turkiye sebelumnya menyatakan berupaya melibatkan berbagai pihak untuk menghentikan perang dan mengembalikan jalur perundingan.

Presiden Recep Tayyip Erdogan juga berulang kali memperingatkan agar Israel tidak mengganggu upaya diplomasi terkait Iran.

Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa

Meningkatnya ketegangan Israel-Turkiye berpotensi memperumit situasi Timur Tengah yang sudah rapuh akibat perang Iran-Amerika Serikat dan konflik berkepanjangan di Gaza.

Amerika Serikat sendiri kini berupaya mencegah benturan langsung antara dua negara yang sama-sama memiliki kepentingan strategis di Suriah. Jika ketegangan tidak dikelola melalui diplomasi, Suriah berisiko kembali menjadi arena persaingan kekuatan regional yang lebih luas.

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Sejak Agustus, 290.000 Warga Yaman Mengungsi Akibat Konflik

Rekomendasi untuk Anda