Washington, MINA – Ketua DPR Amerika Serikat (AS) Mike Johnson menyebut perang AS dengan Iran akan segera memasuki “fase baru”. Ia mengatakan negara-negara sekutu Washington diperkirakan ikut membantu dalam tahap berikutnya untuk mengakhiri konflik tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Johnson dalam sebuah wawancara Ahad (23/8). Menurutnya, perubahan fase konflik dapat terjadi dalam waktu dekat, meski ia tidak menjelaskan secara rinci bentuk operasi yang dimaksud maupun negara sekutu mana yang akan terlibat. Al-Jazeera melaporkan, Senin (24/8).
Johnson yang merupakan sekutu dekat Presiden AS Donald Trump juga membela operasi militer Washington terhadap Iran. Ia mengklaim serangan AS telah menghantam kepemimpinan Iran dan menyebut langkah tersebut diperlukan untuk mencegah Tehran memperoleh senjata nuklir.
Klaim tersebut merupakan pernyataan dari pihak AS dan tidak serta-merta menjadi fakta yang telah diverifikasi secara independen.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Di sisi lain, konflik justru memasuki fase ketegangan baru setelah Washington meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Tehran.
Pemerintahan Trump mengumumkan rencana sanksi ekonomi yang lebih keras terhadap Iran dan mendorong negara-negara lain ikut memberikan tekanan kepada pihak yang masih melakukan hubungan ekonomi dengan Tehran.
Johnson juga mengatakan akan lebih baik jika konflik berakhir sebelum pemilihan umum sela AS pada November mendatang. Namun, ia tetap optimistis Partai Republik mampu mempertahankan kendali DPR meskipun perang berlanjut hingga masa pemilu.
Pernyataan Johnson muncul ketika ketegangan AS-Iran juga berdampak pada kawasan Teluk, termasuk meningkatnya persoalan pelayaran di Selat Hormuz.
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
Teheran sebelumnya memperingatkan negara-negara kawasan agar tidak terlibat dalam tekanan ekonomi Washington, sementara perkembangan tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap perdagangan energi dan stabilitas ekonomi global. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur
















Mina Indonesia
Mina Arabic