Doha, MINA – Mantan kepala biro politik Hamas Khaled Meshaal dan mantan wakil kepala biro politik Khalil Al Hayya menjadi dua kandidat terkuat dalam pemilihan pemimpin Hamas yang akan memasuki putaran kedua pada pekan depan.
Menurut sumber Hamas, pemilihan tersebut digelar setelah sejumlah pemimpin senior Hamas syahid dalam serangan Zionis Israel selama agresi di Jalur Gaza. Mengutip Al Jazeera, Jumat (17/7).
Pemimpin terpilih nantinya akan menggantikan dewan kepemimpinan transisi yang dibentuk setelah syahidnya Yahya Sinwar pada Oktober 2024. Mereka akan memimpin Hamas hingga 2027.
Berdasarkan aturan internal Hamas, seorang kandidat harus memperoleh dukungan mayoritas, yaitu 50 persen ditambah satu suara dari anggota Dewan Syura untuk memenangkan pemilihan.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Dewan Syura merupakan lembaga konsultatif tertinggi Hamas yang anggotanya berasal dari Jalur Gaza, Tepi Barat, dan komunitas Palestina di luar negeri.
Perwakilan dari wilayah-wilayah tersebut kemudian membentuk Dewan Syura Pusat yang memiliki kewenangan memilih pemimpin Hamas serta menentukan kebijakan politik dan strategis organisasi.
Khaled Meshaal merupakan mantan kepala biro politik Hamas yang memimpin gerakan tersebut selama bertahun-tahun sebelum digantikan Ismail Haniyah pada 2017.
Sementara itu, Khalil Al Hayya merupakan salah satu pemimpin utama Hamas di Jalur Gaza dan selama ini menjadi tokoh penting dalam berbagai perundingan gencatan senjata serta negosiasi dengan para mediator internasional.
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Sesuai struktur organisasi Hamas yang disepakati pada 2021, kepemimpinan tertinggi Hamas harus mencakup perwakilan dari Gaza, Tepi Barat, dan diaspora Palestina.
Karena Al Hayya berasal dari Gaza, ia diperkirakan tetap akan menempati posisi penting dalam kepemimpinan Hamas meskipun tidak memenangkan pemilihan.
Pemimpin Hamas yang terpilih nantinya akan menghadapi tantangan besar, mulai dari proses rekonstruksi Gaza pasca-agresi hingga hubungan dengan berbagai faksi Palestina lainnya, termasuk Fatah.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka
Baca Juga: Netanyahu Ancam akan Lakukan Lebih Banyak Pembunuhan di Gaza
















Mina Indonesia
Mina Arabic