Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Khutbah Jumat: Keutamaan Berqurban untuk Menambah Kebaikan

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Jumat, 8 Mei 2026 - 07:28 WIB

Jumat, 8 Mei 2026 - 07:28 WIB

749 Views ㅤ

Ali Farkhan Tsani (Dok MINA)

MENYEMBELIH hewan qurban merupakan amalan ibadah utama pada Bulan Dzulhijjah. Untuk itu, Khutbah Jumat edisi kali ini mengungkap keutamaan berqurban, dengan judul “Keutamaan Berqurban untuk Menambah Kebaikan” yang ditulis oleh Ali Farkhan Tsani, Duta Al-Quds Internasional yang juga wartawan dan redaktur senior Kantor Berita MINA (Minanews).

Berikut teks khutbah selengkapnya: 

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

Alhamdulillah, segala puji dan syukur marilah senantiasa kita panjatkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang telah memberikan berbagai macam kenikmatan kepada kita, hingga kita dapat berjumpa dengan bulan Dzulqa’dah, kemudian bulan Dzulhijjah. Banyak nikmat yang telah Allah limpahkan kepada kita, di antaranya nikmat iman, Islam, sehat dan nikmat waktu luang, sehingga pada siang ini kita bisa melangkahkan kedua kaki ke rumah Allah, masjid tercinta ini.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Risalah Kemanusiaan dari Bumi Palestina

Semoga ibadah Jumat yang kita laksanakan ini, diterima oleh Allah sebagai amal shaleh yang menjadi sebab kita mendapatkan rahmat-Nya, dimasukkan ke dalam surga-Nya dan diselamatkan dari siksa api neraka.

Shalawat dan salam semoga senantiasa Allah Ta’ala limpahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, beserta keluarganya, dan sahabat-sahabatnya semuanya.

Apa yang Allah kehendaki terjadi, maka pasti terjadi, dan apa yang Allah kehendaki tidak terjadi, maka pasti tidak terjadi. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Selanjutnya, kami sampaikan wasiat untuk diri kami khususnya dan antum sekalian dengan wasiat taqwa kepada Allah Ta’ala. Sebagaimana firman-Nya:

Baca Juga: Khutbah Jumat: Kehidupan Dunia Tempat Menanam Kebaikan

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya, dan janganlah sekali-kali kalian mati kecuali dalam keadaan muslim berserah diri kepada Allah”. (QS Ali Imran: 102).

Tentang wasiat taqwa dengan sebenar-benar taqwa ini, disebutkan oleh Ibnu Mardawaih yang meriwayatkan hadits dari jalur Abdullah bin Mas’ud menyebutkan, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam membaca firman Allah, surah Ali Imran: 102), beliau bersabda tentang takwa:

أنْ يُطاعَ فَلا يُعْصى، ويُذْكَرَ فَلا يُنْسى، ويُشْكَرَ فَلا يُكْفَرَ

Baca Juga: Khutbah Jumat: Islam Menjaga Perdamaian  

“(Takwa dengan sebenar-benar takwa itu) taat (kepada Allah) dengan tidak memaksiati-Nya, dan ingat (kepada Allah) dengan tidak melupakan-Nya, dan bersyukur (kepada Allah) dengan tidak mengingkari-Nya”.

Jamaah Jumah hafidzakumullah

Berqurban adalah syariat suci yang Allah tetapkan sebagai jembatan bagi hamba-Nya untuk mendekatkan diri. Ia bukan sekadar menyembelih hewan, melainkan menyembelih jiwa dari keangkuhan, menumpas ego dari kesombongan, dan menebar kasih dalam rupa daging yang dibagikan.

Berqurban adalah warisan sunah Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam, sang kekasih Allah yang rela mengorbankan putra tercintanya demi ketaatan. Dan sunah itu terus berlanjut hingga Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, sang penutup para rasul, yang tak pernah meninggalkannya selama hayat masih dikandung badan.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Mentadaburi Surat Al-Isra dalam Pembebasan Al-Aqsa

Allah berfirman dalam surat Al-Kautsar yang singkat namun sarat makna:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah.” (Q.S. Al-Kautsar [108]: 2).

Maka, berqurban hendaknya dilaksanakan semata-mata karena Allah. Bukan karena gengsi, bukan karena tradisi, bukan pula karena ingin dipuji. Sebab Allah berfirman:

Baca Juga: Khutbah Jumat: Melestarikan Alam Menyelamatkan Kehidupan

قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ – لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ

“Katakanlah: ‘Sesungguhnya shalatku, ibadahku (sembelihanku), hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku, dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).'” (Q.S. Al-An’am [6]: 162-163).

Hadirin yang berbahagia

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan para sahabatnya telah memberikan teladan terbaik dalam ibadah qurban. Mereka berlomba-lomba mendekatkan diri kepada Allah di sepuluh hari pertama Dzulhijjah, puncaknya pada hari Nahr, hari raya Idul Adha.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Jangan Pernah Berhenti Menyuarakan Al-Aqsa

Keutamaan ibadah qurban begitu agung hingga Rasulullah bersabda:

مَا الْعَمَلُ فِي أَيَّامٍ أَفْضَلَ مِنْهَا فِي هَذِهِ. قَالُوا: وَلَا الْجِهَادُ؟ قَالَ: وَلَا الْجِهَادُ، إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ يُخَاطِرُ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ بِشَيْءٍ

“Tidak ada amal yang lebih utama pada hari-hari (tasyriq) ini selain berqurban.” Para sahabat bertanya: “Tidak juga jihad?” Beliau menjawab: “Tidak juga jihad, kecuali seseorang yang keluar dengan mengorbankan diri dan hartanya, lalu ia tidak kembali lagi.” (HR Bukhari dari Ibnu Abbas).

Subhanallah. Amal qurban bahkan disebut lebih utama dari jihad biasa. Betapa besar kemurahan Allah kepada hamba-Nya yang ingin mendekat dengan pengorbanan harta.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Sabar Dalam Menghadapi Musibah

Bahkan, setiap helai rambut dan setiap bulu hewan qurban akan menjadi kebaikan bagi yang berkurban. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

كُلُّ شَعْرَةٍ بِحَسَنَةٍ، وَكُلُّ صُوفَةٍ بِحَسَنَةٍ

“Setiap satu helai rambutnya (hewan qurban) adalah satu kebaikan, dan setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah).

Bayangkanlah. Seekor kambing atau sapi atau kerbau atau unta yang memiliki jutaan helai bulu, setiap helainya akan menjadi catatan kebaikan. Betapa Allah Maha Pemurah lagi Maha Kaya. Ia tak butuh daging dan darah kita, tetapi ia ingin melihat ketakwaan yang terbit dari lubuk hati.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Berbakti Kepada Orang Tua, Kunci Kesuksesan dan Keberkahan Hidup

Sidang Jumat yang sama-sama mengharap ridha Allah

Ada yang lebih penting dari sekadar menyembelih. Inti dari qurban adalah takwa dan keikhlasan. Bukan daging dan darah yang sampai ke langit, melainkan ketulusan hati dan ketundukan jiwa.

Allah berfirman dengan tegas:

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ

Baca Juga: Khutbah Jumat: Tugas Besar Rasulullah ﷺ dan Kunci Kesuksesannya

“Daging-daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (Q.S. Al-Hajj [22]: 37).

Maka, sebelum pisau menyentuh leher hewan qurban, sentuhlah hati kita dengan keikhlasan. Pastikan bahwa apa yang kita lakukan semata karena Allah, bukan karena riya, bukan karena ingin disebut dermawan, bukan karena tekanan sosial.

Sebaliknya, jika seseorang telah diberikan kelapangan rezeki oleh Allah namun ia enggan berqurban, maka ada peringatan keras dari Rasulullah:

مَنْ وَجَدَ سَعَةً فَلَمْ يُضَحِّ فَلاَ يَقْرَبَنَّ مُصَلاَّنَا

Baca Juga: Khutbah Jumat: Kemerdekaan Hakiki Sebagai Hamba Allah

“Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang (mampu), lalu ia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat ‘id kami.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah).

Ini bukan ancaman tanpa makna. Ini adalah teguran cinta dari Rasulullah agar umatnya tidak meninggalkan sunah yang agung ini. Karena qurban adalah syiar, qurban adalah bentuk syukur, qurban adalah wujud kepedulian kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan.

Hadirin rahimakumullah

Marilah kita berlomba-lomba dalam kebaikan. Bagi yang telah diberi kelapangan, sambutlah Idul Adha dengan qurban yang tulus. Bagi yang belum mampu, ikutlah dalam suka cita dengan memperbanyak takbir, tahmid, dan doa. Sebab, semua amal baik akan kembali kepada kita sendiri.

Semoga Allah menerima qurban kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan mempertemukan kita kelak di surga-Nya bersama kekasih-Nya, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. []

أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ. فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Khutbah Jumat: Kewajiban Menolong Warga Palestina yang Terjajah
Khutbah Jumat
Khutbah Jumat
Khutbah Jumat
Khutbah Jumat: Kewajiban Menolong Warga Palestina yang Terjajah
Khutbah Jumat
Khutbah Jumat