Bogor, MINA – Praktisi ekonomi Arief Rahman mengajak para pemuda mengambil pelajaran dari kisah Nabi Musa Alaihissalam dalam mempersiapkan diri menuju pernikahan. Menurutnya, kisah Nabi Musa mengajarkan pentingnya keberanian membela keadilan, tanggung jawab, dan kesalehan sebagai bekal membangun rumah tangga.
Hal itu disampaikan Arief dalam seminar pranikah bertema “Nikah Bukan Sekadar Cinta, Siapkan Ilmu, Mental, Finansial dan Fisik” di MM Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Ahad (11/10).
Arief menjelaskan, setelah meninggalkan Mesir, Nabi Musa melakukan perjalanan ke Madyan. Di tempat itu, beliau mendapati dua perempuan yang kesulitan memberi minum ternak mereka karena harus menunggu para penggembala lain selesai. Nabi Musa kemudian membantu keduanya sebagai bentuk kepedulian terhadap orang yang mengalami kesulitan.
Kisah tersebut diabadikan dalam Al-Qur’an Surah Al-Qashash ayat 23–24. Allah Ta’ala berfirman bahwa Nabi Musa memberi minum ternak kedua perempuan itu, kemudian bernaung di tempat teduh dan berdoa, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku” (QS Al-Qashash: 24).
Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
Menurut Arief, pertolongan Nabi Musa itu patut diteladani bukan semata-mata karena orang yang ditolong adalah perempuan, melainkan karena beliau melihat adanya kesulitan yang perlu dibantu. Sikap membela keadilan dan kepedulian terhadap sesama, katanya, merupakan karakter penting yang perlu dimiliki seorang pemuda sebelum membangun keluarga.
Al-Qur’an Surah Al-Qashash ayat 25–28 kemudian mengisahkan salah seorang perempuan itu datang menemui Nabi Musa untuk menyampaikan undangan ayahnya.
Setelah Nabi Musa menceritakan pengalamannya, sang ayah menawarkan pernikahan dengan salah seorang putrinya, dengan syarat Nabi Musa bekerja selama delapan tahun atau menyempurnakannya menjadi sepuluh tahun.
Kisah ini menjadi pelajaran tentang tanggung jawab, akhlak, dan proses membangun rumah tangga yang dilandasi kesepakatan serta komitmen. []
Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Pimpinan Hidayatullah: Sampai Kapan Bela Palestina? Sampai Palestina Merdeka!
















Mina Indonesia
Mina Arabic