Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kisah Sukses Pennie dan Kurnia: Satu Visi Membangun Bisnis, Ikhlas Membantu Sesama

Redaksi Editor : Widi Kusnadi - Kamis, 12 Februari 2026 - 20:45 WIB

Kamis, 12 Februari 2026 - 20:45 WIB

37 Views ㅤ

Pennie Novita Wati dan Kurnia Hariyanto telah menjejakkan kaki ke 17 negara. Napak tilas jejak peradaban Islam mulai dari tanah suci sampai Andalusia, Afrika Utara, Eropa Barat dan Timur hingga ke Palestina. [FOTO: Dok Tim PK)

DALAM dunia bisnis, banyak orang menaruh fokus pada strategi pemasaran, sistem penjualan, dan target omzet. Namun, ada satu fondasi penting yang kerap luput dibicarakan: kesamaan visi antara suami dan istri. Ketika pasangan hidup berjalan dalam arah yang sama, saling menguatkan, dan memiliki tujuan yang selaras, bisnis bukan sekadar sumber penghasilan, melainkan ladang perjuangan bersama. Inilah fondasi kuat yang menjadi salah satu rahasia kesuksesan Pennie Novita Wati.

Perjalanan Pennie tidak berawal dari kemapanan. Ia justru pernah berada di titik terendah hidupnya ketika divonis penyakit serius yang nyaris merenggut nyawa. Dalam kondisi tubuh yang lemah dan masa depan yang terasa gelap, Pennie memilih berserah diri kepada Allah SWT tanpa kehilangan harapan. Ia berdoa, jika masih diberi kesempatan hidup, ia ingin menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih bermanfaat bagi banyak orang.

Titik balik itu datang melalui sebuah pesan singkat yang mengajaknya menghadiri Sekolah Kedokteran Nabi di Bandung. Dari tempat itulah Pennie mengenal pengobatan herbal berbasis Thibbun Nabawi, sekaligus sistem bisnis syariah Halal Network International (HNI)  yang kelak mengubah jalan hidupnya. Berbekal keyakinan dan ilmu yang ia pelajari, Pennie mulai menjalani pengobatan herbal tersebut. Perlahan namun pasti, kesehatannya membaik.

Kesembuhan itu tidak ia simpan untuk dirinya sendiri. Rasa syukur yang mendalam mendorong Pennie untuk berbagi. Ia mulai menyampaikan informasi produk herbal kepada keluarga dan teman-temannya, bukan dengan niat mengejar keuntungan, tetapi agar orang lain merasakan manfaat yang sama seperti yang ia rasakan. Bahkan, ia memberikan kartu diskon khusus dan tidak mengambil keuntungan langsung dari penjualan.

Baca Juga: Hikmah Al-Qur’an: Strategi Menjaga Organisasi dari Keterpurukan

Tanpa disadari, keikhlasan itu justru menjadi pintu rezeki. Dari mulut ke mulut, jaringan bisnisnya tumbuh pesat. Semakin banyak orang datang untuk berkonsultasi dan membeli produk. Hingga pada September 2014, nama Pennie diumumkan sebagai salah satu penerima reward nasional berupa sepeda motor. Empat bulan berselang, ia kembali menerima reward mobil, yang kemudian digunakan sebagai sarana membangun Business Center di Cimahi.

Di balik pencapaian tersebut, berdiri sosok suami yang setia mendampingi: Kurnia Hariyanto. Awalnya, Kurnia hanya mengantar istrinya ke berbagai kegiatan. Namun seiring waktu, ia melihat kesungguhan dan dampak besar dari perjuangan Pennie. Ia pun memutuskan terjun penuh ke dalam bisnis, bahkan rela meninggalkan pekerjaannya sebagai marketing buku. Sejak saat itu, mereka tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, melainkan melangkah sebagai satu tim dengan visi dan misi yang sama.

Dari kebersamaan itulah lahir Tim PK (Pennie–Kurnia). Mereka meyakini bahwa kesuksesan akan jauh lebih kokoh jika dibangun bersama pasangan hidup. Dalam setiap langkah, mereka saling menguatkan, saling menjaga, dan saling mengingatkan tujuan awal: membantu sebanyak mungkin orang.

Sebagai pegangan bersama, mereka merumuskan prinsip TIPSS: Tekad yang kuat, Ilmu yang selalu di-upgrade, Pasangan hidup satu visi dan misi, Sabar ada saatnya, Syukur ada waktunya.

Baca Juga: Mushalla di Tempat Wisata: Kunci Kenyamanan Wisata Ramah Muslim

Seiring perjalanan, inisial PK yang awalnya merujuk pada Pennie–Kurnia berkembang maknanya menjadi Karakter: Positif dan Kreatif. Dengan perantara HNI, mereka berdua telah menjejakkan kaki ke 17 negara. Napak tilas jejak peradaban Islam mulai dari tanah suci sampai Andalusia, Afrika Utara, Eropa Barat dan Timur hingga ke Palestina.

Dalam setiap pencapaian, mereka selalu menegaskan pentingnya rasa syukur: syukur kepada Allah SWT, syukur kepada kedua orang tua, syukur kepada para mentor, dan syukur kepada seluruh mitra perjuangan.

Bagi Pennie dan Kurnia, HNI adalah bisnis berjamaah. Tidak ada rumus sukses sendirian. Mereka menyadari diri mereka hanyalah tangan terakhir dari banyak tangan lain yang telah bekerja bersama. Tugas mereka hari ini adalah mensukseskan para mitra yang bersungguh-sungguh ingin bertumbuh dan berjuang seperti PK.

Perjalanan mereka membuktikan bahwa bisnis bukan hanya soal angka dan pencapaian materi. Ketika suami dan istri memiliki satu visi, tantangan terasa lebih ringan dan keberhasilan terasa lebih bermakna. Satu visi dalam rumah tangga melahirkan energi besar dalam bisnis. Dan ketika fondasinya adalah keikhlasan untuk membantu, maka kesuksesan bukan lagi sekadar impian, melainkan keniscayaan yang tumbuh seiring langkah yang seirama. []

Baca Juga: 7 Etos Kerja Seorang Muslim, Jalan Keberkahan Menuju Ridha Allah

Mi’raj News Agency (MINA)

 

Baca Juga: Syahadat Mengubah Arah: Kisah Muallaf Produktif dari Perbatasan Aceh

Rekomendasi untuk Anda