Jakarta, MINA – Koordinasi Dakwah Islam (KODI) DKI Jakarta menggelar Wisuda Mahasiswa Pendidikan Kader Mubalig (PKM) Angkatan XXXII Tahun 2025 dan Studium General PKM Angkatan XXXIII Tahun 2026 di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (17/7/). Sebanyak 65 kader mubalig diwisuda, sementara 75 mahasiswa baru diterima untuk mengikuti pendidikan angkatan berikutnya.
Acara tersebut dihadiri Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Pramono dalam sambutanya menyampaikan harapan lulusan PKM KODI dapat menjadi teladan dalam memperkuat ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah di tengah masyarakat.
“Jakarta sebagai kota global, kota yang berkebudayaan, kota yang inklusif, benchmark-nya bukan lagi kota-kota di Indonesia, tetapi kota-kota dunia. Saudara-saudara nantinya akan mengambil peran untuk itu,” kata Pramono.
Baca Juga: UIN Ar-Raniry Latih Bahasa Inggris 40 Pemuda Aceh untuk Bekerja di Luar Negeri
Ia menegaskan Islam yang berkembang di Jakarta harus menghadirkan kesejukan dan membawa semangat rahmatan lil ‘alamin. Karena itu, pemerintah akan membuka ruang bagi alumni KODI untuk berdakwah di lingkungan Balai Kota.
Selain itu, Pramono mengungkapkan rencana menyiapkan 1.000 mushaf Alquran untuk menyambut lima abad Jakarta, masing-masing 500 mushaf untuk program khataman Alquran dan 500 mushaf untuk kegiatan tadarus di Balai Kota.
Ketua KODI DKI Jakarta KH Jamaluddin F. Hasyim mengapresiasi kehadiran Pramono dan menilai dukungan pemerintah daerah penting bagi penguatan dakwah di Ibu Kota.
“Dengan perkenan Bapak Gubernur untuk hadir bersama kita dalam wisuda ini merupakan suatu karunia dari Allah SWT. Kehadiran kami mewakili banyak golongan masyarakat dalam bidang dakwah,” kata Kiayi Jamaluddin dalam sambutannya.
Baca Juga: Ponpes Shuffah Al-Jama’ah Tasikmalaya Gelar Training Growth Shuffah untuk Tingkatkan Kualitas Santri
Ia menjelaskan, PKM KODI merupakan program pendidikan mubalig selama delapan bulan yang berlangsung mulai Maret hingga November, kemudian ditutup dengan ujian pada Desember sebelum peserta diwisuda.
Menurut Kiayi Jamaluddin, sejak kepengurusan KODI periode 2022-2026, sebanyak 2.310 peserta telah diterima mengikuti PKM dan 1.682 di antaranya telah diwisuda. Jika dihitung sejak KODI berdiri pada 1969, alumni PKM telah mencapai ribuan orang.
Ia mengatakan, para alumni PKM telah diberdayakan untuk pembinaan keagamaan di sejumlah rusunawa, rumah sakit, panti sosial, dan lembaga pemasyarakatan. Namun, pemanfaatan dai lulusan KODI di masjid-masjid milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dinilai masih belum maksimal.
Dalam kesempatan tersebut, Kiayi Jamaluddin juga menyampaikan apresiasi kepada Pramono Anung atas berbagai program pembinaan keagamaan yang dijalankan Pemprov DKI Jakarta, antara lain pengajian rutin di Balai Kota, pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) hingga tingkat kelurahan, serta penyelenggaraan haul ulama Betawi di Monas. []
Baca Juga: Baznas, Kemenag Salurkan Bantuan Rp17,5 M untuk 700 Pesantren di Seluruh Indonesia
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic