Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

UIN Ar-Raniry Latih Bahasa Inggris 40 Pemuda Aceh untuk Bekerja di Luar Negeri

sri astuti Editor : Rudi Hendrik - Jumat, 18 September 2026 - 12:53 WIB

Jumat, 18 September 2026 - 12:53 WIB

54 Views ㅤ

Acara pembukaan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) bidang Bahasa Inggris Umum angkatan III dan IV di Pusat Pengembangan Bahasa UIN Ar-Raniry, Jumat (18/9). (Foto: UIN Ar-Raniry)

Banda Aceh, MINA – Sebanyak 40 pemuda Aceh mengikuti Pelatihan Peningkatan Kapasitas Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) bidang Bahasa Inggris Umum angkatan III dan IV di Pusat Pengembangan Bahasa UIN Ar-Raniry, Jumat (18/9).

Program tersebut digelar Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) melalui Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Aceh bersama UIN Ar-Raniry Banda Aceh, melalui program SMK Go Global.

Pelatihan dibuka Rektor UIN Ar-Raniry Mujiburrahman di ruang rapat rektor lantai II gedung rektorat.

Mujiburrahman meminta peserta mengikuti pelatihan dengan serius dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan kompetensi sebelum memasuki dunia kerja.

Baca Juga: Ponpes Shuffah Al-Jama’ah Tasikmalaya Gelar Training Growth Shuffah untuk Tingkatkan Kualitas Santri

UIN Ar-Raniry, kata Mujiburrahman, juga siap memberikan penguatan bahasa asing lain sesuai kebutuhan pasar kerja.

“Kalau ke depan ada yang akan dikirim ke Jepang, China, Turki atau negara Arab, kita punya dosen yang bisa mengajarkan bahasa-bahasa asing tersebut,” ujarnya.

Kepala BP3MI Aceh Siti Rolijah mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menyiapkan calon pekerja migran agar memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja luar negeri.

Dia mengatakan peluang kerja di luar negeri cukup terbuka. Namun, calon pekerja harus memiliki keterampilan yang dibutuhkan negara tujuan.

Baca Juga: Baznas, Kemenag Salurkan Bantuan Rp17,5 M untuk 700 Pesantren di Seluruh Indonesia

“Kalau hanya bermodalkan saya tamat sarjana atau saya tamat SMK, tapi tidak punya skill khusus, itu belum cukup,” kata Siti.

Siti juga mengingatkan calon pekerja migran agar memastikan informasi lowongan kerja yang diperoleh dari media sosial atau jaringan pribadi kepada BP3MI Aceh.

Dia meminta peserta tidak menggunakan jasa calo maupun jalur tidak resmi.

Kepala UPT Pusat Pengembangan Bahasa UIN Ar-Raniry T Murdani mengatakan 40 peserta tersebut terbagi dalam dua kelas, masing-masing berisi 20 orang. Sebelumnya, pelatihan untuk Angkatan I dan II masih berlangsung juga diikuti 40 peserta.

Baca Juga: Adab di Majelis Ilmu: Hormat Itu Keren, Bukan Feodal

Pelatihan Bahasa Inggris angkatan III dan IV dimulai 18 September 2026 dan akan berlangsung selama tiga bulan.

Peserta dipersiapkan untuk peluang penempatan kerja di sejumlah negara, antara lain Jepang, Australia, Malaysia, Taiwan, Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan negara-negara Timur Tengah lainnya. [ ]

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: UIN Ar-Raniry Kaji Jejak Intelektual Syekh Yusuf al-Makassari di Kawasan Samudra Hindia

Rekomendasi untuk Anda