Bogota, MINA – Kolombia pada Senin (10/8) secara resmi mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan, wilayah strategis Suriah yang berada di bawah pendudukan militer Israel sejak tahun 1967.
“Pemerintah Kolombia mengakui kedaulatan Israel atas wilayah ini, serta hak negara tersebut untuk melindungi diri dari ancaman eksternal,” kata Kementerian Luar Negeri Kolombia dalam sebuah pernyataan. Anadolu melaporkan.
Kementerian menyatakan bahwa mempertahankan kendali atas dataran tinggi itu merupakan “komponen penting” dari pertahanan nasional Israel, terutama menyusul eskalasi tantangan keamanan regional.
Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella dan Menteri Luar Negeri Omar Bula Escobar atas perubahan kebijakan tersebut, seraya menyebut langkah itu sebagai “keputusan bersejarah.”
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Langkah diplomatik ini diambil saat Israel memperluas kehadiran militernya di Suriah menyusul runtuhnya rezim Assad pada Desember 2024. Tel Aviv menyatakan perjanjian pemisahan pasukan tahun 1974 tidak berlaku lagi dan bergerak memasuki zona penyangga yang diawasi PBB, meskipun pemerintahan baru Suriah menegaskan komitmennya terhadap perjanjian-perjanjian yang ada.
Dataran Tinggi Golan, yang dianeksasi secara sepihak oleh Israel pada tahun 1981, tetap menjadi titik fokus sengketa internasional. Pada tahun 2019, selama masa jabatan pertama Presiden Donald Trump, AS menjadi negara pertama yang mengakui Dataran Tinggi Golan sebagai bagian dari Israel.
Espriella, pemimpin baru Kolombia yang pro-Israel dan mendapat dukungan kuat dari Trump selama kampanyenya, baru-baru ini memerintahkan penangguhan rencana pembukaan kedutaan besar di Palestina. []
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic