Al-Quds, MINA – Komite Kepresidenan Tinggi Urusan Gereja di Palestina menegaskan, Duta Besar Amerika Serikat (AS) telah menggunakan agama untuk membenarkan penjajahan Zionis Israel atas wilayah Palestina.
Pernyataan itu disampaikan pada Ahad (22/2) oleh Komite Kepresidenan Tinggi Urusan Gereja di Palestina sebagai tanggapan atas komentar Dubes AS untuk Israel Mike Huckabee, yang menyebut Zionis Israel memiliki dasar keagamaan untuk menguasai wilayah luas di Timur Tengah.
Menurut komite, pernyataan tersebut berbahaya karena memanfaatkan narasi agama untuk membenarkan penjajahan. Mengutip Palinfo.
Komentar Huckabee muncul dalam wawancara dengan Tucker Carlson yang disiarkan jaringan Tucker Carlson Network. Dalam wawancara itu ia mengatakan tidak melihat masalah jika Israel menguasai wilayah luas berdasarkan klaim kitab suci.
Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang
Komite menegaskan penggunaan agama untuk membenarkan penjajahan adalah penyimpangan serius, baik secara moral maupun teologis.
Mereka menilai klaim religius semacam itu dapat mengubah konflik politik menjadi konflik agama dan memicu ketegangan global.
Selain itu, komite menyatakan narasi “hak keagamaan” bertentangan dengan hukum internasional, Piagam PBB, serta nilai ajaran Kristen yang menolak penindasan.
Mereka menekankan kitab suci tidak boleh dipakai untuk merampas hak suatu bangsa atau membenarkan kolonialisme.
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer
Komite juga memperingatkan bahwa wacana tersebut berpotensi memperkuat ekstremisme serta merusak peluang perdamaian adil.
Mereka menilai penolakan hak rakyat Palestina juga mengancam keberadaan historis komunitas Kristen Palestina dan merusak keragaman agama di kawasan.
Lebih lanjut, komite mendesak pemerintah AS menjelaskan sikap resminya dan menegaskan pentingnya memisahkan agama dari konflik politik.
Mereka juga menyeru gereja-gereja dunia agar menolak teologi yang mendukung penjajahan.
Baca Juga: Israel Lanjutkan Serangan di Gaza, Lima Warga Palestina Syahid
Pernyataan Huckabee muncul setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya menyatakan kedekatannya dengan gagasan “Israel Raya” yang diklaim mencakup wilayah luas dari Sungai Nil hingga Sungai Efrat.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Al-Khalil Usai Sepuluh Hari Lakukan Pengepungan
















Mina Indonesia
Mina Arabic