Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Korban Gempa Dahsyat Venezuela Dekati 3.000 Jiwa, Penyelamatan Terus Berlanjut

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Ahad, 5 Juli 2026 - 07:55 WIB

Ahad, 5 Juli 2026 - 07:55 WIB

17 Views ㅤ

Petugas penyelamat mencari di reruntuhan bangunan di pinggiran kota Caracas setelah gempa bumi di Venezuela. (Foto: UNOCHA/Luisana Solano)

Caracas, MINA – Jumlah korban meninggal akibat dua gempa bumi besar yang mengguncang Venezuela pada 24 Juni terus bertambah dan Sabtu malam (4/7) mencapai 2.954 orang, sementara lebih dari 16.000 lainnya mengalami luka-luka.

Anadolu melaporkan, Ahad (5/7) Pemerintah Venezuela menyatakan tim penyelamat masih melakukan pencarian di sejumlah wilayah terdampak, meskipun harapan menemukan korban selamat semakin menipis.

Kementerian Komunikasi dan Informasi Venezuela menyebutkan, hingga akhir pekan, sedikitnya 6.462 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, sedangkan puluhan ribu warga masih mengungsi akibat kerusakan rumah dan infrastruktur.

Pemerintah juga mengerahkan hampir 30.000 personel untuk mendukung operasi tanggap darurat, dibantu lebih dari 3.300 tenaga penyelamat internasional dari berbagai negara. Selain itu, tercatat lebih dari 890 gempa susulan telah mengguncang kawasan terdampak sejak bencana utama terjadi.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang terjadi hanya berselang sekitar 39 detik tersebut berpusat di Negara Bagian Yaracuy, wilayah utara Venezuela. Guncangan kuat menyebabkan kerusakan luas di Caracas, La Guaira, serta sejumlah kota lain.

Ratusan bangunan mengalami kerusakan berat, sementara banyak fasilitas publik, rumah sakit, jalan raya, dan jaringan utilitas turut terdampak sehingga menghambat distribusi bantuan kemanusiaan.

Di tengah proses evakuasi, badan-badan kemanusiaan internasional memperingatkan ancaman krisis lanjutan berupa kekurangan air bersih, layanan kesehatan, dan meningkatnya risiko penyebaran penyakit di lokasi-lokasi pengungsian.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersama berbagai organisasi bantuan terus meningkatkan dukungan logistik, termasuk penyediaan tempat penampungan darurat, tenaga medis, serta kebutuhan dasar bagi para penyintas.

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Berdasarkan kajian geologi, gempa tersebut merupakan salah satu yang terkuat dalam sejarah modern Venezuela dan dipicu aktivitas sistem patahan San Sebastián yang berada di perbatasan Lempeng Karibia dan Lempeng Amerika Selatan.

Lembaga Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) sebelumnya memperingatkan potensi korban dapat meningkat mengingat besarnya kekuatan gempa serta tingginya kepadatan penduduk di kawasan yang terdampak paling parah.

Pemerintah Venezuela menyatakan fokus utama saat ini adalah mempercepat pencarian korban yang masih hilang, memulihkan layanan dasar, serta mempercepat distribusi bantuan kepada masyarakat.

Sejumlah negara telah mengirimkan bantuan kemanusiaan, tim penyelamat, serta peralatan berat untuk mendukung proses evakuasi dan pemulihan pascabencana yang diperkirakan akan berlangsung dalam waktu panjang. []

Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Amerika
Amerika
Amerika
Amerika
Amerika