Gaza, MINA – Fasilitas kesehatan di Jalur Gaza melaporkan peningkatan signifikan kasus keguguran di tengah krisis kemanusiaan yang terus berlangsung akibat agresi Israel. Wafa melaporkan, Selasa (23/6).
Lonjakan tersebut memicu kekhawatiran para tenaga medis dan organisasi kemanusiaan terhadap memburuknya kesehatan reproduksi perempuan di wilayah yang terkepung itu.
Tenaga kesehatan di Gaza menyebut tekanan psikologis berkepanjangan, kekurangan gizi, terbatasnya akses terhadap layanan medis, serta kondisi hidup yang tidak layak menjadi faktor utama yang berkontribusi terhadap meningkatnya risiko keguguran.
Banyak ibu hamil juga mengalami kesulitan memperoleh pemeriksaan rutin dan obat-obatan yang diperlukan selama masa kehamilan.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Kondisi tersebut semakin diperparah oleh rusaknya sebagian besar infrastruktur kesehatan akibat serangan yang terus berlangsung. Sejumlah rumah sakit dan pusat layanan kesehatan beroperasi dengan kapasitas terbatas karena kekurangan listrik, bahan bakar, peralatan medis, dan tenaga kesehatan yang memadai.
Organisasi-organisasi kemanusiaan internasional memperingatkan bahwa perempuan dan anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terdampak krisis di Gaza.
Selain meningkatnya angka keguguran, para tenaga medis juga melaporkan bertambahnya kasus kelahiran prematur, anemia pada ibu hamil, serta berbagai komplikasi kehamilan yang sulit ditangani akibat keterbatasan fasilitas kesehatan.
Menurut data lembaga-lembaga PBB, ratusan ribu perempuan dan anak-anak di Gaza saat ini menghadapi kondisi kesehatan yang semakin memburuk.
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Berbagai badan kemanusiaan terus menyerukan akses bantuan yang aman dan berkelanjutan, termasuk pasokan obat-obatan, makanan bergizi, serta perlengkapan kesehatan ibu dan anak yang sangat dibutuhkan.
Lonjakan kasus keguguran bukan hanya masalah medis jangka pendek, tetapi juga dapat berdampak pada kondisi demografi dan kesehatan masyarakat Gaza dalam jangka panjang. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka
















Mina Indonesia
Mina Arabic