Wonogiri, MINA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 3 Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Fatah Cileungsi menutup masa pengabdiannya di Wonogiri dengan kajian muslimah di Masjid Joglo, Jumat (30/10).
Kegiatan itu dihadiri Pembina Pondok Pesantren Al-Fatah Wonogiri Ustadz Makmun Syamsudin, jamaah ibu-ibu, santri putri Al-Fatah Wonogiri, dan warga sekitar.
Kelompok 3 beranggotakan Dinia Aprilia, Fad’ulana Ni’mah, dan Amalia Rizqi Fitriyah. Mereka menjalani pengabdian selama sebulan penuh, sejak 3 Oktober hingga 1 November 2026, dan program kerja mereka disambut positif oleh masyarakat.
Program yang dijalankan antara lain pembuatan penanda jalur evakuasi, kerja bakti membersihkan lingkungan, dan penempelan stiker doa-doa. Mereka juga menggelar SANTRIFEST bersama Pondok Pesantren Al-Fatah Wonogiri untuk memperingati Hari Santri Nasional, yang jatuh setiap 22 Oktober.
Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
Kajian penutupan menghadirkan dosen STAI Al-Fatah, Ustadz Imam Santoso, M.I.Kom., sebagai pemateri. Ia membawakan tema “Muslimah Cerdas Berkomunikasi di Era Informasi: Tabayyun, Bijak Menyikapi Kabar, dan Menjaga Kerukunan Keluarga dan Masyarakat.”
Dalam paparannya, Imam menekankan pentingnya kecakapan berkomunikasi bagi muslimah di tengah derasnya arus informasi digital. Ia mengajak jamaah memeriksa kebenaran kabar terlebih dahulu (tabayyun) sebelum memercayai atau menyebarkannya, demi menjaga keharmonisan keluarga dan kerukunan masyarakat.
Prinsip ini sejalan dengan perintah Allah dalam Al-Qur’an Surah Al-Hujurat ayat 6 agar kaum beriman meneliti kabar dari pihak yang tidak jelas kredibilitasnya.
Warga dan jamaah tampak antusias mengikuti kajian. Malam harinya, rangkaian penutupan berlanjut dengan sarasehan dan ramah tamah bersama pimpinan pondok, para asatidz dan asatidzah, serta staf Pondok Pesantren Al-Fatah Wonogiri.
Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina
Dalam acara itu, mahasiswa menyampaikan terima kasih atas bimbingan dan sambutan pihak pesantren.
Para mahasiswa berharap hubungan baik dengan warga dan keluarga besar pesantren tetap terjaga setelah masa KKN berakhir. Mereka juga berharap pengalaman selama di Wonogiri menjadi bekal berharga sekaligus terus memberi manfaat bagi masyarakat. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Pimpinan Hidayatullah: Sampai Kapan Bela Palestina? Sampai Palestina Merdeka!
















Mina Indonesia
Mina Arabic