MAPIM dan 45 LSM Dukung Keputusan Tun Mahathir Tolak Atlet Israel

Putrajaya, MINA – Majlis Perundingan Pertubuhan Islam Malaysia (MAPIM) bersama dengan 45 organisasi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), melakukan aksi damai mendukung langkah PM Malaysia Tun Mahathir Mohamad yang menolak atlet Israel masuk ke Malaysia untuk mengikuti Kejuaraan Renang Paralympic Dunia pada Juli mendatang.

“MAPIM telah menganjurkan satu demonstrasi secara aman di depan Masjid Putra Putrajaya Malaysia setelah selesai menunaikan Salat Jumat yang dihadiri sekitar 500 orang yang terdiri dari berbagai LSM,” kata Dudin Shobarudin, Korensponden MINA di Malaysia yang ikut dalam aksi itu, Jumat (1/2).

Dalam orasinya, Presiden MAPIM Mohd Azmi Abdul Hamid menyerukan untuk mendukung sepenuhnya langkah Mahathir yang melarang atlet dari Israel mengikuti Kejuaraan Renang Paralympic Dunia.

Keputusan Mahathir membuat Malaysia gagal menjadi tuan rumah pada kejuaraan tersebut.

Selain melakukan demonstrasi damai, MAPIM dan 45 LSM termasuk di dalamnya Al-Aqsa Working Group (AWG), Federasi Masjid Dunia Dalam Membela Masjid Al-Aqsa (MANAR), Sekretariat Shari’ah Cendekiawan Asia (Syura), Teacher Working Group Indonesia, dan lainnya mendeklarasikan pernyataan ‘Deklarasi Rakyat Malaysia’.

Menurut Azmi, seluruh LSM Dan rakyat Malaysia berdiri teguh di belakang Mahathir.

“Kami akan bertemu Tun Dr Mahathir Mohamad untuk menyampaikan Deklarasi ini kepadanya dan akan disebarluaskan ke 222 anggota parlemen dan kami juga akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri dan membawa deklarasi ini menjadi pendirian Malaysia dan didukung oleh negara-negara lain,” ujar Azmi.

Isi dari deklarasi itu, MAPIM dan 45 LSM dengan suara bulat sepakat bahwa rezim manapun yang melakukan genosida, pembersihan etnis, perampasan dan penolakan hak tidak memenuhi syarat untuk mendapat pengakuan dan dukungan dari Malaysia.

“Kami juga mengkritik IPC karena menjadi alat bagi Israel dan tunduk pada keinginan negara itu pada sikap Malaysia untuk melarang atlet mereka masuk ke Malaysia. Dan kami mendesak pemerintah untuk meninjau semua perdagangan langsung atau tidak langsung dengan Israel,” ujarnya.

Selain itu, MAPIM mendesak semua Organisasi Konferensi Islam (OKI) untuk meniru Malaysia dan mengambil tindakan seperti yang ditunjukkan Malaysia. (L/K03/Ais/R06)

Mi’raj News Agency (MINA)