Tel Aviv, MINA – Mayoritas warga Israel menilai pemerintahan Benjamin Netanyahu gagal meraih kemenangan dalam perang sejak serangan 7 Oktober 2023, berdasarkan hasil survei terbaru yang dirilis media penyiaran Israel.
Survei yang dipublikasikan Kan News, Jumat (1/5) menunjukkan sekitar 57 persen responden meyakini Israel belum memenangkan pertempuran di berbagai front, termasuk di Jalur Gaza maupun kawasan lain yang menjadi medan konflik.
Persepsi ini mencerminkan meningkatnya ketidakpuasan publik terhadap hasil operasi militer yang telah berlangsung lebih dari satu tahun terakhir.
Selain itu, survei tersebut juga memperlihatkan adanya penurunan kepercayaan terhadap kepemimpinan Netanyahu, yang sebelumnya mendapat dukungan kuat pada awal agresi.
Baca Juga: Ben-Gvir Ikut Terlibat Pembongkaran Paksa Rumah Keluarga Palestina di Yerusalem Timur
Namun seiring berlarutnya konflik tanpa hasil yang dianggap menentukan, opini publik mulai berubah menjadi kritik terhadap strategi perang pemerintah.
Kekecewaan ini tidak lepas dari kenyataan bahwa Israel dinilai belum mencapai tujuan strategisnya, termasuk melemahkan kelompok perlawanan di Gaza maupun menghadapi ancaman dari kawasan lain.
Sejumlah analis militer bahkan menyebut tidak adanya kemenangan yang jelas setelah ratusan hari konflik sebagai kegagalan serius dalam perencanaan dan eksekusi perang.
Situasi tersebut turut berdampak pada dinamika politik domestik Israel. Jelang pemilu legislatif yang dijadwalkan paling lambat Oktober 2026, tekanan terhadap Netanyahu semakin meningkat, dengan munculnya tuntutan agar dilakukan perubahan kepemimpinan serta evaluasi menyeluruh atas kegagalan keamanan pada 7 Oktober.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Di sisi lain, sejumlah survei dan perkembangan politik menunjukkan dukungan terhadap Netanyahu terus melemah, sementara tokoh oposisi mulai menggalang kekuatan untuk menantang kekuasaannya.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa dampak perang tidak hanya dirasakan di medan tempur, tetapi juga mengguncang stabilitas politik internal Israel. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
















Mina Indonesia
Mina Arabic