Ramallah, MINA – Seorang ibu Palestina Dana Joudeh (35) terpaksa melahirkan seorang bayi perempuan pada Senin (14/9) di dalam Penjara Damon Israel.
Seperti dikutip dari Anadolu Agency, Selasa (15/9), kelahiran tersebut terjadi enam bulan setelah ia ditempatkan dalam tahanan administratif di tengah penelantaran medis.
Sumber-sumber lokal mengatakan, keluarga Joudeh dan organisasi hak asasi manusia menuntut otoritas Israel serta administrasi penjara bertanggung jawab atas keselamatan tahanan dan bayinya.
Penangkapan Joudeh saat hamil, penempatannya dalam tahanan administratif dan penolakan akses layanan kesehatan yang diperlukan merupakan pelanggaran terhadap hukum serta konvensi internasional.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Joudeh telah menjalani enam bulan tahanan administratif, yang memungkinkan Israel memenjarakan warga Palestina tanpa dakwaan atau pengadilan. Ia dijadwalkan dibebaskan pada Selasa (15/9) setelah masa penahanannya berakhir, kecuali perintah tersebut diperpanjang.
Otoritas penjajah Israel menahan sekitar 88 perempuan Palestina di Penjara Damon dalam kondisi penahanan yang sangat buruk.
Menurut data Palestina, kondisi itu meliputi penelantaran medis, kelaparan, penindasan dan penolakan hak-hak dasar serta praktik keagamaan, termasuk isolasi serta pembatasan kehidupan sehari-hari.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
















Mina Indonesia
Mina Arabic