Tel Aviv, MINA — Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menyatakan, Israel menginginkan perang yang berkepanjangan dengan Iran agar segera berakhir.
Gideon Saar menyampaikan hal itu dalam konferensi pers di tengah upaya diplomasi internasional untuk mengakhiri ketegangan. Al-Monitor melaporkan, Rabu (11/3)
Saar mengatakan Israel akan terus berkoordinasi dengan Amerika Serikat untuk menentukan kapan pertempuran dapat dihentikan. Ia menolak memberikan batas waktu tertentu, namun menegaskan komitmen untuk mencari titik akhir yang tepat bersama mitra militer dan politiknya.
“Kami tidak menginginkan perang tanpa akhir,” ujarnya kepada wartawan.
Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang
Saar menambahkan bahwa operasi militer yang dilancarkan Israel dan sekutu AS bertujuan untuk menghilangkan apa yang disebutnya ancaman eksistensial dari program nuklir dan rudal balistik Iran.
Israel berharap tindakan itu dapat menciptakan kondisi untuk perubahan di dalam Iran, termasuk peluang bagi rakyatnya untuk “merebut kembali kebebasan mereka,” meskipun perubahan tersebut mungkin baru terjadi setelah konflik berakhir.
Sementara itu, kunjungan Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul ke Israel menjadi sinyal diplomasi internasional yang intensif, di tengah kekhawatiran Eropa dan dunia atas berlanjutnya perang.
Wadephul mengatakan Berlin percaya kedua belah pihak, termasuk Washington, terbuka terhadap solusi diplomatik yang dapat menghentikan perang, tetapi solusi semacam itu perlu perjanjian mencakup isu nuklir, rudal, dan dukungan Iran terhadap milisi regional—isu yang saat ini belum dapat diterima oleh Teheran.
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer
Konflik ini bermula ketika Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan militer terhadap target‑target di Iran pada akhir Februari 2026, dipicu oleh ketegangan panjang atas program nuklir, rudal, dan pengaruh regional Iran.
Sejak itu, Iran melakukan serangkaian serangan balasan terhadap wilayah Israel dan negara tetangga seperti Uni Emirat Arab, sementara Israel juga terlibat pertempuran dengan kelompok bersenjata yang didukung Iran di Libanon. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Israel Lanjutkan Serangan di Gaza, Lima Warga Palestina Syahid
















Mina Indonesia
Mina Arabic