Al-Quds, MINA – Mesir mengecam penyerbuan Masjid Al-Aqsa oleh pemukim Yahudi dan pengibaran bendera Israel di halaman masjid serta memperingatkan bahwa tindakan tersebut memicu ketegangan di kawasan dan merusak upaya untuk memulihkan stabilitas.
Dalam sebuah pernyataan, Rabu (22/4) mesir/">Kementerian Luar Negeri Mesir mengatakan, sangat mengecam penyerbuan Masjid Aqsa yang diberkati oleh para pemukim di bawah perlindungan polisi Israel dan pengibaran bendera pendudukan di halamannya.
Kemlu Mesir menggambarkan insiden itu sebagai pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional, provokasi yang tidak dapat diterima bagi perasaan umat Islam di seluruh dunia dan eskalasi yang berisiko memicu ketegangan serta merusak upaya de-eskalasi serta pemulihan stabilitas.
Mesir menekankan penolakan totalnya terhadap segala upaya untuk mengubah status quo historis dan hukum di Yerusalem serta tempat-tempat suci Islam dan Kristen di kota tersebut.
Baca Juga: Bertambah Lagi, Tiga Warga Gaza Syahid Akibat Serangan Israel
Pernyataan itu menyerukan komunitas internasional untuk mengambil tanggung jawabnya guna menghentikan pelanggaran berulang Israel dan mengakhiri praktik-praktik yang meningkatkan ketegangan dan melemahkan prospek perdamaian.
Mesir juga menegaskan kembali dukungan teguhnya terhadap hak-hak sah rakyat Palestina, yang utama di antaranya adalah hak untuk mendirikan negara merdeka di perbatasan 4 Juni 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya, sebagai bagian dari penyelesaian yang adil dan komprehensif untuk masalah Palestina.
Pada Selasa (21/4), para pemukim mengibarkan bendera Israel selama penyerbuan ke kompleks Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki, di bawah perlindungan polisi.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Hamas Kecam Ben Gvir Pimpin Pembongkaran Bangunan Palestina di Al-Quds
















Mina Indonesia
Mina Arabic