Jakarta, MINA – Produk minyak goreng rakyat MinyaKita dilaporkan mulai sulit ditemukan di sejumlah pasar tradisional dan gerai ritel di Jakarta, Kuningan dan Ciamis Jawa Barat, Padang Sumatera Barat dan lainnya setelah tidak lagi menjadi bagian dari program bantuan pangan pemerintah.
Perubahan pola distribusi tersebut disebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi ketersediaan produk di tingkat konsumen.
Sejumlah pedagang mengaku pasokan MinyaKita yang mereka terima dalam beberapa pekan terakhir mengalami penurunan dibandingkan periode sebelumnya.
Kondisi itu menyebabkan stok lebih cepat habis, sementara permintaan masyarakat terhadap minyak goreng bersubsidi tersebut masih relatif tinggi karena harganya lebih terjangkau dibandingkan produk komersial lainnya.
Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
Berakhirnya penyaluran MinyaKita melalui skema bantuan pangan mengubah jalur distribusi yang sebelumnya mampu menjangkau masyarakat dalam jumlah besar.
Akibatnya, pasokan yang masuk ke pasar umum menjadi tidak merata di berbagai daerah. Meski demikian, mereka menegaskan kelangkaan di tingkat pasar belum tentu mencerminkan berkurangnya stok nasional.
Kementerian Perdagangan sebelumnya menegaskan bahwa MinyaKita tetap diproduksi dan didistribusikan sesuai ketentuan pemerintah untuk menjaga keterjangkauan harga minyak goreng.
Pemerintah juga terus melakukan pengawasan terhadap rantai distribusi guna mencegah praktik penimbunan, penyimpangan kemasan, maupun penjualan di atas harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.
Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina
MinyaKita sendiri diluncurkan pemerintah sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga minyak goreng pasca gejolak pasokan dan harga minyak sawit beberapa tahun lalu.
Produk ini menjadi salah satu pilihan utama masyarakat berpenghasilan rendah karena dijual dengan harga yang dikendalikan pemerintah. Oleh karena itu, setiap gangguan distribusi kerap berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat.
Para pelaku pasar berharap pemerintah segera memastikan kelancaran distribusi agar pasokan kembali normal dan mudah diperoleh konsumen.
Selain menjaga ketersediaan barang, langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah kenaikan harga minyak goreng di pasar serta menjaga stabilitas pangan nasional di tengah meningkatnya kebutuhan rumah tangga dan pelaku usaha kecil. []
Baca Juga: Pimpinan Hidayatullah: Sampai Kapan Bela Palestina? Sampai Palestina Merdeka!
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic