Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Netanyahu Ajukan Syarat Kontroversial dalam Upaya Gencatan Senjata dengan Lebanon

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Jumat, 10 April 2026 - 22:06 WIB

Jumat, 10 April 2026 - 22:06 WIB

15 Views ㅤ

Pemimpin penjajah Zionis Israel Benjamin Netanyahu (foto: X)

Tel Aviv, MINA – Perdana Menteri penjajah Zionis Israel Benjamin Netanyahu kembali menjadi sorotan setelah mengajukan syarat yang dinilai kontroversial dalam upaya gencatan senjata dengan Lebanon.

Netanyahu menegaskan bahwa setiap kesepakatan gencatan senjata dengan Lebanon harus disertai dengan pelucutan senjata total kelompok Hezbollah.

Syarat tersebut disebut sebagai bagian dari jaminan keamanan jangka panjang bagi Israel, khususnya untuk melindungi wilayah utara yang berbatasan langsung dengan Lebanon. Yedioth Ahronoth melaporkan, Jumat (10/4).

Pernyataan tersebut segera memicu perhatian luas karena dinilai menempatkan standar yang sangat tinggi dalam proses diplomasi yang sedang diupayakan oleh berbagai pihak internasional.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Israel mengklaim bahwa keberadaan senjata Hizbullah merupakan ancaman utama terhadap keamanan nasionalnya dan tidak dapat ditoleransi dalam kesepakatan apa pun.

Di sisi lain, tuntutan pelucutan senjata tersebut diperkirakan akan menghadapi penolakan keras dari Hezbollah yang selama ini menyatakan bahwa persenjataan mereka adalah bagian dari “perlawanan” terhadap Israel.

Kelompok tersebut berulang kali menegaskan tidak akan menyerahkan senjata dalam kondisi apa pun.

Sementara itu, pemerintah Lebanon berada dalam posisi sulit di tengah tekanan militer, politik, dan diplomatik yang terus meningkat. Beirut disebut harus menavigasi tuntutan internasional untuk meredakan konflik, sekaligus menghadapi realitas kekuatan Hezbollah di dalam negeri.

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Syarat yang diajukan Netanyahu berpotensi memperlambat atau bahkan menghambat tercapainya kesepakatan gencatan senjata. Kondisi ini dikhawatirkan dapat memperpanjang ketegangan di kawasan Timur Tengah yang saat ini sudah berada dalam situasi sangat rapuh.

Hingga kini, serangan dan ketegangan di wilayah perbatasan Israel–Lebanon masih terus berlangsung, sementara berbagai negara terus mendorong agar Israel menurunkan eskalasi dan membuka ruang dialog yang lebih konstruktif. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka

Rekomendasi untuk Anda

Internasional
Palestina
Internasional
Internasional
Internasional