Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Netanyahu Beri Sinyal Tolak Penarikan Pasukan dari Lebanon

Rudi Hendrik Editor : Sri Astuti - Senin, 15 Juni 2026 - 21:03 WIB

Senin, 15 Juni 2026 - 21:03 WIB

17 Views ㅤ

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kanan) dan Presiden AS Donald Trump (kiri). (Foto: Benjamin Netanyahu)

Tel Aviv, MINA – Media Israel mengutip pejabat yang dekat dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang mengatakan, Netanyahu memberi tahu Presiden AS Donald Trump bahwa Israel tidak berniat menarik diri dari Lebanon berdasarkan kesepakatan apa pun yang muncul terkait dengan negosiasi regional.

Dilansir dari Al Mayadeen, menurut laporan pada Senin (15/6) tersebut, pasukan Israel akan tetap berada di posisinya saat ini di Lebanon Selatan dan melanjutkan apa yang digambarkan Tel Aviv sebagai operasi untuk mencegah ancaman dari Hezbollah.

Netanyahu juga dilaporkan menolak keterkaitan apa pun antara perkembangan di front Lebanon dan pengaturan diplomatik AS-Iran yang lebih luas, dengan bersikeras bahwa Israel tidak akan terikat oleh perjanjian yang memengaruhi postur militernya.

Tokoh-tokoh politik Israel di seluruh koalisi pemerintahan menyatakan dukungan untuk mempertahankan penempatan pendudukan di Lebanon dan wilayah lainnya.

Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme

Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, dikutip oleh media Israel mengatakan bahwa setiap upaya untuk menghubungkan front Lebanon dan Iran harus ditentang.

Menteri-menteri lain, termasuk Itamar Ben-Gvir, dilaporkan menyatakan bahwa setiap perjanjian yang dimediasi AS dengan Iran tidak akan mengikat Israel. Ia menegaskan bahwa Tel Aviv akan terus menentukan kebijakan keamanannya sendiri secara independen.

Menteri Energi Eli Cohen dan Menteri Transportasi Miri Regev juga menekankan perlunya mempertahankan apa yang mereka sebut sebagai pencegahan yang jelas sambil menghindari eskalasi yang tidak perlu dengan pemerintahan AS. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Militer Yaman Klaim Lumpuhkan 1.747 Personel Houthi

Rekomendasi untuk Anda