Tel Aviv, MINA – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan pada Rabu (17/12) malam disetujuinya kesepakatan besar gas alam dengan Mesir senilai 112 miliar shekel (sekitar $35 miliar).
“Kesepakatan ini senilai 112 miliar shekel, merupakan kesepakatan gas terbesar dalam sejarah Israel,” kata Netanyahu dalam pernyataan televisi, ditemani Menteri Energi Eli Cohen, seperti dilaporkan harian Yedioth Ahronoth.
“Kesepakatan dengan perusahaan Amerika Chevron ini disetujui setelah saya memastikan kepentingan keamanan vital kami terjamin,” tambahnya, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
Netanyahu menekankan bahwa kesepakatan ini mensyaratkan perusahaan untuk menjual gas dengan harga yang baik kepada warga Israel.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Belum ada konfirmasi atau pernyataan resmi dari otoritas Mesir mengenai kesepakatan ini.
Laporan mengenai kesepakatan ini pertama kali muncul pada Agustus lalu, ketika harian Maariv mengungkap bahwa NewMed Energy telah menandatangani perjanjian baru untuk mengekspor gas ke Mesir dari lapangan Leviathan, memperluas perjanjian yang telah berlaku sejak 2019.
Berdasarkan perjanjian ini, pihak mitra akan menjual 130 miliar meter kubik gas ke Mesir hingga tahun 2040, dengan nilai sekitar $35 miliar. Hak operasi di lapangan Leviathan dibagi antara Noble Energy (39,66%), yang diakuisisi oleh raksasa energi AS Chevron pada Oktober 2020; Kemitraan NewMed Energy (45,33%); dan Ratio Oil Exploration (15%). Pembelinya adalah perusahaan energi Mesir BOE (Blue Ocean Energy).
Kesepakatan ini menambah serangkaian pasokan gas alam Israel ke Mesir selama lima tahun terakhir.[]
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic