NIGER TANGKAP SEMBILAN PERWIRA MILITER PERENCANA KUDETA

Presiden Niger Mahamadou Issoufou. (foto: PNDS-Tarayya)
Presiden Niger Mahamadou Issoufou. (foto: PNDS-Tarayya)

Niamey, 9 Rabi’ul Awwal 1437/20 Desember 2015 (MINA) – Niger menangkap sembilan perwira militer atas tuduhan merencanakan kudeta.

Menteri Dalam Negeri Niger Hassoumi Massaoudou mengatakan dalam konferensi pers Ahad (20/12), penangkapan yang berlangsung awal pekan ini, terjadi setelah operasi pengawasan hampir selama satu bulan.

“Sembilan pejabat yang diidentifikasi bertanggung jawab atas percobaan kudeta telah ditangkap dan akan hadirkan di hadapan pengadilan militer,” kata Massaoudou kepada wartawan di ibukota Niamey. Al Jazeera memberitakan yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Dia mengatakan, kudeta telah digagalkan berkat loyalitas tentara tertentu yang secara teratur terus kita diberitahu kemajuan rencana tersebut.

Presiden Mahamadou Issoufou mengatakan dalam sebuah pidato televisi pada Kamis, dugaan komplotan kudeta telah merencanakan menggunakan senjata udara dan telah mencegah pergerakan aset militer dari Niamey ke wilayah selatan Diffa.

Amadou Boubacar Cisse yang akan melawan Presiden Issoufou pada pemilu 21 Februari 2016 mengatakan, Issoufou tidak memberikan bukti dan ia menuduh pemerintah berusaha memanipulasi iklim politik sebelum pemilu.

“Kami tidak melihat bukti dari percobaan kudeta,” kata Cisse. “Sebaliknya, ia (Issoufou) telah menciptakan banyak masalah di sekitar pemilu dan telah melakukan penipuan dengan daftar pemilih.”

Ketegangan terjadi hanya beberapa pekan sebelum negara Afrika Barat itu mengadakan pemilihan presiden dan parlemen.

Issoufou yang berusia 63 tahun telah terpilih pada 2011, setahun setelah kudeta. Ia kini berusaha mendapatkan masa jabatan keduanya.

Pada bulan Desember, pemerintah mengumumkan akan mengaudit daftar pemilih sebelum pemilihan presiden setelah ada tuntutan dari partai-partai oposisi. (T/P001/P2)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)