Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pakistan dan Qatar Buka Jalan Baru Perundingan AS-Iran

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Ahad, 26 Juli 2026 - 21:26 WIB

Ahad, 26 Juli 2026 - 21:26 WIB

73 Views ㅤ

Ilustrasi perundingan AS-Iran (foto: Fpik)

Islamabad, MINA – Pakistan dan Qatar kembali mengambil peran penting dalam upaya meredakan ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Kedua negara meningkatkan intensitas mediasi setelah Washington dan Teheran menyampaikan tanggapan atas proposal deeskalasi yang diajukan, sehingga membuka peluang dimulainya kembali perundingan diplomatik antara kedua pihak.

Pakistan Today melaporkan, Ahad (266/7) menyebutkan bahwa Islamabad dan Doha kini mengintensifkan pertukaran pesan antara Washington dan Teheran setelah masing-masing pihak memberikan respons terhadap formula perdamaian yang diajukan.

Langkah tersebut dilakukan menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump menghentikan sementara kampanye serangan udara terhadap Iran, sehingga membuka ruang bagi upaya diplomasi untuk kembali berjalan.

Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya

Proposal yang disusun Pakistan dan Qatar mendorong kedua negara kembali ke posisi sebelum eskalasi konflik pada 9 Juli sebagai langkah awal menghidupkan kembali perundingan.

Meski isi tanggapan kedua pihak tidak dipublikasikan, sumber diplomatik menyatakan baik AS maupun Iran telah menyampaikan kesediaan untuk kembali menempuh jalur dialog. Para mediator kini berupaya menjaga momentum jeda konflik agar tidak kembali berubah menjadi konfrontasi bersenjata.

Selain mendorong gencatan senjata, proposal deeskalasi tersebut juga mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz oleh Iran, penghentian blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran oleh AS, pencabutan sanksi atas ekspor minyak Iran, serta penerapan gencatan senjata selama dua pekan.

Jika formula itu disepakati, Washington dan Teheran diperkirakan akan segera melanjutkan perundingan untuk membahas penyelesaian yang lebih permanen, termasuk stabilitas keamanan di Lebanon selatan dan kawasan Teluk.

Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa

Pakistan dan Qatar sebelumnya juga memainkan peran penting dalam memediasi pembicaraan tidak langsung antara AS dan Iran. Kedua negara dipandang memiliki hubungan baik dengan kedua pihak, sehingga dipercaya menjadi jembatan komunikasi di tengah tingginya ketegangan.

China turut menyatakan dukungannya terhadap upaya mediasi tersebut dan mendorong semua pihak memanfaatkan jalur diplomasi sebagai solusi penyelesaian konflik.

Meski demikian, para pengamat mengingatkan bahwa proses perdamaian masih menghadapi tantangan besar. Ketegangan di sekitar Selat Hormuz, ancaman aksi kelompok garis keras, serta belum selesainya sejumlah isu strategis seperti program nuklir Iran dan pencabutan sanksi ekonomi berpotensi menghambat kemajuan negosiasi.

Kendati demikian, intensifikasi mediasi oleh Pakistan dan Qatar dinilai menjadi sinyal positif bahwa peluang penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi masih terbuka. []

Baca Juga: Sejak Agustus, 290.000 Warga Yaman Mengungsi Akibat Konflik

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda