Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Palestina Soroti Gerakan Yahudisasi di Kawasan Babul Rahma

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Rabu, 16 September 2026 - 09:28 WIB

Rabu, 16 September 2026 - 09:28 WIB

20 Views ㅤ

Penjajah Israel terus melakukan pelanggaran berulang di Masjid Al-Aqsa. (Foto: Aqsa Pedia)

Al-Quds, MINA – Pemerintah Kota Yerusalem Palestina memperingatkan adanya upaya kelompok-kelompok Yahudi yang disebut sebagai “Kelompok Kuil” untuk membangun pijakan keagamaan baru di sekitar Masjid Al-Aqsa, khususnya kawasan Babul Rahma.

Peringatan tersebut disampaikan setelah muncul kegiatan ritual dan doa kelompok Yahudi di sekitar Pemakaman Bab al-Rahma yang berada di sisi timur kompleks Masjid Al-Aqsa.

Pemerintah Kota Yerusalem menilai kegiatan yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir itu tidak lagi sekadar ritual musiman yang berkaitan dengan hari raya Yahudi. Wafa melaporkan, Selasa (15/9).

Dalam pernyataannya, Pemerintah Kota Yerusalem mengatakan kegiatan tersebut mengarah pada upaya menjadikan kawasan Bab al-Rahma sebagai lokasi doa Yahudi yang dilakukan secara rutin.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Pihak Palestina juga menyoroti promosi kegiatan melalui media sosial dan pembentukan grup WhatsApp bernama “Gates of Mercy, open for us” atau “Pintu-Pintu Rahmat, bukalah untuk kami.”

Menurut Pemerintah Kota Yerusalem, promosi tersebut membawa narasi keagamaan Yahudi yang memberikan arti khusus terhadap sisi timur dinding Al-Aqsa, terutama Bab al-Rahma. Narasi itu kemudian diarahkan untuk memperkenalkan kawasan tersebut sebagai lokasi keagamaan Yahudi yang dapat digunakan untuk berdoa.

Pihak Palestina menyebut gerakan tersebut mulai memasuki tahap praktik melalui seruan untuk menggelar doa mingguan Selichot di lokasi tersebut. Kegiatan itu dikaitkan dengan Uri Ohayon, mantan perwira militer Israel, yang menurut pemantauan Pemerintah Kota Yerusalem mulai mempromosikan gagasan tersebut pada 16 Agustus.

Pemerintah Kota Yerusalem menyebut pertemuan pertama digelar pada 27 Agustus, kemudian dilanjutkan pada 3 dan 10 September. Dalam kegiatan tersebut, kelompok yang hadir disebut melakukan doa dan ritual bersama serta meniup shofar di dekat makam-makam Muslim. []

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda