Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Parlemen Arab Kutuk Keras Serbuan Pemukim Yahudi ke Al-Aqsa

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Kamis, 23 April 2026 - 05:58 WIB

Kamis, 23 April 2026 - 05:58 WIB

46 Views ㅤ

Ketua Parlemen Arab, Mohammed bin Ahmed Al-Yamahi. (El-Balad)

Kairo, MINA – Ketua Parlemen Arab, Mohammed bin Ahmed Al-Yamahi, mengutuk keras penyerbuan kelompok pemukim ekstremis Yahudi ke Masjid Al-Aqsa.

Penyerbuan yang dilakukan di bawah perlindungan pasukan pendudukan Zionis itu bahkan disertai dengan pengibaran bendera Israel di halaman Al-Aqsa. El-Balad melaporkan, Rabi (22/4).

Al-Yamahi menegaskan, tindakan tersebut merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap semua hukum dan konvensi internasional.

Ia juga menyebutnya sebagai provokasi nyata terhadap perasaan bangsa Arab dan Islam, serta eskalasi berbahaya yang mengancam akan meledakkan situasi di kawasan.

Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya

Ketua Parlemen Arab menekankan bahwa apa yang terjadi di Masjid Al-Aqsa dan kota Yerusalem saat ini bukan lagi sekadar pelanggaran biasa. Ia menggambarkannya sebagai kebijakan sistematis yang dipimpin oleh entitas pendudukan untuk mengkonsolidasikan realitas baru dengan kekerasan.

“Kebijakan ini secara terang-terangan menentang kehendak masyarakat internasional,” ujarnya.

Ia juga menilai upaya untuk memaksakan pembagian temporal dan spasial terhadap tempat-tempat suci Islam sebagai tindakan putus asa.

Al-Yamahi kembali menegaskan penolakan tegasnya terhadap setiap upaya yang bertujuan merusak status quo historis dan hukum di kota Yerusalem serta tempat-tempat suci umat Islam dan Kristen.

Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa

Ia menekankan bahwa seluruh wilayah Masjid Al-Aqsa adalah tempat ibadah murni bagi umat Islam. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Sejak Agustus, 290.000 Warga Yaman Mengungsi Akibat Konflik

Rekomendasi untuk Anda