Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasukan Israel Masuki Sejumlah Desa di Suriah Selatan

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Ahad, 19 Juli 2026 - 22:11 WIB

Ahad, 19 Juli 2026 - 22:11 WIB

12 Views ㅤ

Tentara Israel (foto: IG)

Damaskus, MINA – Pasukan militer Israel dilaporkan memasuki sejumlah desa di Provinsi Quneitra, Suriah selatan dalam operasi yang berlangsung selama dua hari terakhir di akhir pekan ini.

Aksi tersebut menambah ketegangan di kawasan perbatasan yang selama ini menjadi salah satu titik rawan konflik di Timur Tengah. SANA melaporkan, Ahad (19/7).

Selain melakukan patroli, mereka disebut mendirikan pos sementara dan melakukan pemeriksaan di sejumlah titik. Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari militer Israel mengenai tujuan operasi tersebut, sementara otoritas Suriah mengecam tindakan itu sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negaranya.

Ketegangan di wilayah selatan Suriah meningkat dalam beberapa bulan terakhir setelah Israel memperluas operasi militernya dengan alasan mencegah ancaman keamanan di dekat perbatasan.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Israel berulang kali menyatakan tidak akan membiarkan kelompok-kelompok bersenjata yang didukung Iran membangun kekuatan di wilayah Suriah yang berbatasan dengan Dataran Tinggi Golan.

Di sisi lain, pemerintah Suriah menilai berbagai operasi darat maupun serangan udara Israel merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Damaskus juga mendesak komunitas internasional mengambil langkah tegas untuk menghentikan tindakan militer Israel yang dinilai mengancam stabilitas kawasan dan memperburuk situasi keamanan di Suriah selatan.

Quneitra sendiri merupakan wilayah strategis yang berbatasan langsung dengan Dataran Tinggi Golan, kawasan yang diduduki Israel sejak Perang Enam Hari 1967 dan kemudian dianeksasi secara sepihak pada 1981.

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Aneksasi tersebut tidak diakui oleh sebagian besar negara di dunia dan beberapa resolusi Dewan Keamanan PBB tetap menegaskan status Golan sebagai wilayah Suriah yang diduduki.

Meningkatnya operasi darat Israel di Suriah berpotensi memperluas eskalasi konflik regional, terutama di tengah masih berlangsungnya perang di Jalur Gaza serta meningkatnya ketegangan dengan kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan Iran di berbagai front Timur Tengah. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka

Rekomendasi untuk Anda