New York, MINA – Komisi Penyelidikan Independen Internasional PBB untuk Wilayah Palestina yang Diduduki, termasuk Yerusalem Timur, dan Israel, dalam laporannya pada Selasa (23/6) menyatakan bahwa Israel terus melakukan genosida dan kejahatan kemanusiaan lainnya dengan sengaja menargetkan anak-anak Palestina.
“Otoritas dan pasukan keamanan Israel dengan sengaja menargetkan anak-anak Palestina, yang mengakibatkan genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan kejahatan perang di Jalur Gaza, serta kejahatan perang di Tepi Barat,” demikian bunyi laporan tersebut.
Komisi menyatakan bahwa mereka telah menyimpulkan tahun lalu bahwa Israel melakukan genosida terhadap warga Palestina di Gaza. Mereka juga menemukan bahwa skala besar dan sifat sistematis dari operasi militer Israel terus berlanjut, menyebabkan kematian, cedera, dan trauma yang belum pernah terjadi sebelumnya di kalangan anak-anak Palestina.
“Penargetan anak-anak secara sengaja merupakan salah satu unsur utama yang menegaskan niat genosida otoritas dan pasukan keamanan Israel untuk menghancurkan kelompok Palestina, baik seluruhnya maupun sebagian, di Gaza,” kata komisi tersebut.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
“Bukti menunjukkan bahwa anak-anak Palestina secara sengaja ditargetkan dan dibunuh oleh pasukan keamanan Israel,” ujar Srinivasan Muralidhar, ketua komisi.
“Bahkan setelah gencatan senjata Oktober 2025, anak-anak terus terbunuh dan terluka parah, dengan pengabaian terus-menerus oleh Israel terhadap gencatan senjata dan perlindungan yang seharusnya diberikan kepada anak-anak Palestina di bawah hukum internasional,” tambahnya.
“Anak-anak Palestina juga ditangkap dan disiksa serta mengalami bentuk-bentuk perlakuan buruk lainnya di penjara dan fasilitas penahanan Israel, tanpa ada informasi mengenai keberadaan mereka,” kata komisi.
“Pasukan keamanan Israel juga menggunakan kekerasan seksual terhadap anak-anak sebagai bagian dari penghinaan dan penindasan kolektif, yang tertanam dalam pola pendudukan dan permusuhan Israel yang berkepanjangan, berbasis etnis, gender, dan lintas generasi,” tambah laporan tersebut.
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa penargetan Israel terhadap pusat-pusat perawatan neonatal dan kebidanan di Gaza secara langsung membahayakan kelangsungan hidup bayi baru lahir dan masa depan reproduksi warga Palestina, termasuk meningkatnya kasus keguguran, cacat lahir, dan kerentanan berkepanjangan di kalangan bayi.
“Kelaparan yang disebabkan oleh Israel melalui blokade dan pengepungan semakin menyebabkan kematian anak-anak Palestina dan sangat mempengaruhi kesehatan banyak lainnya, membuat mereka kehilangan gizi esensial dan meningkatkan risiko penyakit di tengah berkurangnya imunisasi, kerawanan pangan, dan hancurnya layanan kesehatan,” demikian bunyi laporan.
“Bahkan jika bom dan senjata berhenti di Gaza dan Tepi Barat, anak-anak Palestina tidak akan pulih begitu saja dalam semalam,” kata Muralidhar.
Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, serangan Israel sejak akhir 2025 telah menewaskan 1.021 warga Palestina dan melukai 3.249 lainnya dalam pelanggaran harian terhadap gencatan senjata yang berlaku.
Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka
Perang genosida Israel di Gaza sejak Oktober 2023 telah menewaskan 73.032 orang, melukai lebih dari 173.300 orang, dan menghancurkan sekitar 90% infrastruktur di wilayah tersebut. PBB memperkirakan biaya rekonstruksi mencapai sekitar 70 miliar dolar AS.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Netanyahu Ancam akan Lakukan Lebih Banyak Pembunuhan di Gaza
















Mina Indonesia
Mina Arabic