Jenewa, MINA – Perempuan dan anak-anak menanggung beban terberat dari krisis air yang semakin memburuk di Afghanistan, menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari untuk mengumpulkan air bagi keluarga mereka, kata Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) pada Selasa (30/6).
Dilansir dari Khaama Press, dalam pernyataan yang unggah di X, OCHA mengatakan, perempuan dan anak-anak di Desa Baghlak Sofla di Provinsi Bamyan berkumpul di sekitar satu-satunya sumur yang berfungsi di komunitas tersebut, sering kali menunggu dalam waktu lama demi mendapatkan air yang cukup untuk keperluan rumah tangga.
Peringatan ini muncul ketika Afghanistan menghadapi tekanan kemanusiaan yang meningkat dari kedatangan puluhan ribu pengungsi yang kembali dari Iran dan Pakistan.
Lembaga-lembaga bantuan mengatakan, masuknya pengungsi ini menambah tekanan pada komunitas yang sudah kewalahan, banyak di antaranya berjuang dengan akses terbatas terhadap air, perumahan, perawatan kesehatan, dan pekerjaan.
Baca Juga: Marinir AS Ditangkap, Kemarahan Jepang Kembali Membara di Okinawa
PBB telah berulang kali memperingatkan bahwa Afghanistan tetap menjadi salah satu krisis kemanusiaan terbesar di dunia, dengan jutaan orang membutuhkan bantuan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Populasi Terus Menyusut, Jepang Hadapi Ancaman Krisis Demografi
















Mina Indonesia
Mina Arabic