Madrid, MINA – Perdana Menteri Pedro Sanchez pada Jumat (15/5) menegaskan boikot Spanyol terhadap kontes lagu Eurovision karena genosida Israel di Gaza menempatkan mereka “di sisi sejarah yang benar”.
“Menghadapi perang ilegal dan juga genosida, diam bukanlah pilihan. Dan kita tidak bisa tetap acuh tak acuh terhadap apa yang terus terjadi di Gaza dan di Lebanon,” kata Sanchez dalam pesan video yang diunggah di X.
“Oleh karena itu, tahun ini akan benar-benar berbeda. Kita tidak akan berada di Wina, tetapi kita akan melakukannya dengan keyakinan bahwa kita berada di sisi sejarah yang benar,” tambahnya.
Dikutip dari The New Arab, Spanyol adalah salah satu penyumbang dana terbesar untuk Eurovision, kontes lagu internasional yang diselenggarakan oleh European Broadcasting Union (EBU).
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Lembaga penyiaran publik Israel, KAN, tergabung dalam EBU, sehingga artis-artis Israel berpartisipasi dalam acara tersebut.
Spanyol memboikot acara tahun ini bersama Islandia, Irlandia, Belanda, dan Slovenia karena tindakan Israel dalam perang di Gaza, yang sejak 7 Oktober 2023 telah menewaskan lebih dari 72.000 orang, sebagian besar warga sipil.
Sikap negara-negara tersebut mencerminkan pandangan bahwa Israel bereaksi dengan kekuatan mematikan yang tidak proporsional terhadap penduduk sipil Gaza.
Pengadilan Kriminal Internasional pada tahun 2024 mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan dalam serangan Israel, termasuk dengan sengaja menargetkan warga sipil dan menggunakan kelaparan sebagai metode perang.
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
Sanchez, dalam videonya, membandingkan perang Israel di Gaza dengan perang Rusia di Ukraina.
“Ketika Rusia menginvasi Ukraina, mereka dikeluarkan dari kontes dan Spanyol mendukung keputusan itu,” katanya.
“Prinsip-prinsip itu juga harus diterapkan ketika kita berbicara tentang Israel. Tidak boleh ada standar ganda,” tegasnya. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur
















Mina Indonesia
Mina Arabic