Gaza, MINA – Nickolay Mladenov, perwakilan tinggi Board of Peace (BoP) mengatakan pada Jumat (17/4), pembatasan ekstensif Israel di perbatasan merupakan hambatan utama yang mencegah bantuan kemanusiaan memasuki Jalur Gaza.
Mladenov mengatakan kepada saluran Al-Qahera News Mesir bahwa ada tantangan berlapis-lapis yang menghambat pengiriman bantuan yang berkelanjutan dan memadai kepada warga.
Ia memperingatkan, mekanisme distribusi bantuan sebelumnya telah hancur, sementara sistem alternatif belum tersedia.
Mladenov menekankan, pembatasan Israel di perbatasan, khususnya terkait barang-barang yang diklasifikasikan sebagai penggunaan ganda merupakan hambatan terbesar.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Ia mencatat bahwa langkah-langkah tersebut digunakan untuk membatasi masuknya barang-barang penting yang dibutuhkan warga sipil dan sektor kesehatan.
“Tantangan besar lainnya adalah penempatan pasukan Israel di dalam Gaza, dengan lebih dari separuh wilayah masih di bawah kendali Israel,” katanya.
“Sistem distribusi bantuan sebelumnya hancur oleh perang. Alternatif efektif untuk menjangkau penduduk belum tersedia, menciptakan masalah logistik besar,” tambahnya.
Mladenov juga menunjuk bahwa meskipun terjadi krisis kemanusiaan, perhatian internasional menurun karena perkembangan regional.[]
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic